Terkait Eksekusi Ruko 10 Ulu, PD Pasar Bohongi Pedagang Rp 60-Rp 100 Juta

PALEMBANG – Puluhan pedagang pasar 10 Ulu, yang rumah toko (ruko) nya dibongkar secara paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, merasa dibohongi oleh kepala Pasar 10 Ulu, pasalnya ruko tersebut dibeli dengan kisaran harga Rp 60-Rp 100 juta.

Salah seorang pedagang pasar, yang ruko nya dibongkar, Ani mengatakan, Ruko tersebut baru dibeli dari pihak PD Pasar Palembang Jaya melalui, kepala pasar 10 Ulu sekitar 1-3 bulan lalu.

“Kami sudah dibohongi, surat jual belinya ada. Harganya ada yang Rp 60- Rp 100 juta. Tergantung ukuran ruko tersebut,” katanya, disela-sela pembongkaran, Kamis (22/1).

Ani mengaku, ia membeli Ruko tersebut melalui kepala Pasar 10 Ulu yang bernama Heri dan koordinatornya bernama Safar, dengan proses pembayaran bertahap selama lebih kurang satu bulan, pertama bayar Rp 20 juta, kemudian sisa nya di bayar dua minggu kemudian sebesar Rp 40 juta.

“Kalau harga Ruko yang saya tempati Rp 60 juta dengan ukuran 2×2 meter. Tapi, setiap Ruko yang ditempati pedagang harganya berbeda, mulai dari Rp 60-Rp 100 juta,”akunya.

Ibu dua anak yang menjual manisan ini menganggap, pihak PD Pasar sudah ingkar janji terkait ruko tersebut. Karena, pihak PD Pasar menyebut pembangunanan ruko tersebut sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“PD Pasar harus bertanggungjawab. Kami tidak tahu, kalau Satpol PP mau membongkar banganunan ini, karena Ruko ini belum lama kami tempati,” katanya.

Pedagang lainnya, Wahaf menambahkan, pihak PD Pasar atau kepala Pasar 10 Ulu Palembang, harus ganti rugi uang yang dikeluarkan pedagang untuk membeli Ruko tersebut. Karena, banyak pedagang membelinya menggunakan pinjaman bank.

“Kami mohon dengan Pemerintah untuk mengaturnya. Ini kesalahan Wali Kota, karena telah mengizinkan pembangunan ruko itu,” katanya kesal.

Sambung Wahaf, kalau Pemerintah melalui Satpol PP hanya melakukan pembongkaran ruko milik pedagang tidak adil. Artinya, Wali Kota juga harus memberikan sangsi tegas kepada PD Pasar selaku pihak yang membangun Ruko itu.

“Intinya kami minta uang kami dikembalikan, sudah ratusan juta uang yang kami keluarkan untuk membeli Ruko ini, surat jual beli kami lengkap, yang ditandatangani oleh kepala Pasar 10 Ulu,”katanya.

Hal serupa diungkapkan pedagang lainnya, Mamad mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi demo. Jika, permintaan pedagang terkait uang jual beli tidak dikembalikan oleh PD Pasar.

“Banyak uang yang sudah kami keluarkan. Kami berhutang untuk beli Ruko ini, sudah banyak kerugian kami. Kami minta uang kami dikembalikan,”harapnya.

Terpisah, Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Ces Busri membantah, jika pihaknya sudah melakukan jual beli ruko di pasar 10 Ulu tersebut.

“Kami tidak pernah jual kios pada pedagang,”katanya, saat dihubungi, Kamis (22/1).

Apriadi mengaku, bangunan ruko tersebut atas permintaan pedagang, karena dikawasan tersebut kumuh. Oleh itu, pedagang meminta kepada PD Pasar untuk dibuat permanen.

“Bangunan itu permintaan pedagang itu sendiri. Soal pembongkaran, kami tidak ada kewajiban menggantinya,”katanya.

Sambung Apriadi, karena yang melakukan pembongkaran pihak Satpol PP, silahkan pedagang tanyakan ke Satpol PP terkait ganti ruginya.

“Soal izin, kami tidak tahu. Karena itu pedagang yang minta dibenahi, kalau di eksekusi soal izin. Ya kami tidak tahu,” tutupnya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *