Tak Kantongi Visa, 40 Jemaah Gagal Umroh

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

Ilustrasi Jemaah Haji | Bagus Park

Inderalaya – Sebanyak 40  jemaah  asal Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang hendak menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci Mekkah gagal berangkat, Rabu (21/1) karena  tak mengantongi visa.

Pada hal puluhan orang itu telah menyetorkan uang sejumlah Rp 24 juta per orang melalui travel Al Jazeerah Palembang.

Informasinya Para jemaah itu terdiri dari orangtua hingga anak-anak, mereka kumpul sejak pagi di Bandara SMB 2 Palembang yang datang dari Kecamatan Inderalaya, Inderalaya Utara, Tanjung Batu, Payaraman dan sebagainya.

Meski dijanjikan akan menaiki penerbangan Silk Air pukul 16.20 WIB menuju Singapura kemudian Jeddah, kenyataan tersebut tak terwujud.

Lantaran kesal merekapun meluapkan kemarahan kepada pemandu dan menuntut uang  dikembalikan kepada setiap jemaah, jika tidak akan menempuh jalur hukum.

Seperti diutarakan Een warga Inderalaya yang mengantar kakaknya ke bandara untuk menunaikan ibadah umroh namun gagal berangkat.

Menurutnya, awalnya para jemaah dijanjikan berangkat 29 Desember 2014 lalu, sayangnya lantaran tidak mendapatkan visa akhirnya diundur 21 Januari 2015.

Kemudian, lanjutnya, lagi-lagi alasan pengelola travel umroh tidak mendapatkan visa  dan dijanjikan kembali akan berangkat 4 Februari mendatang. Namun para jemaah tidak ada yang menyetujui dan meminta uangnya dikembalikan.

“Awalnya biaya umroh itu hanya Rp 22 juta per orang. Beberapa hari lalu naik jadi Rp 24 juta alasan administrasi untuk mendapatkan visa. Agar tetap berangkat jemaah menurut saja dan menyetorkan uang tersebut ke agen Al Jazeera,” sambungnya.

Ia menambahkan, pihak agen informasinya sudah mengutus orang dari Jakarta bernama Firman yang membawa visa dan menginap di salah satu hotel di Jakarta.

“Saat kita datangi tidak ada nama tersebut menginap. Bahkan saat di bandara dua orang pemandu umroh Al Jazerah juga tidak menunjukkan tiket Silk Air. Namun saat jemaah menanyakan tiket ke Singapura Silk Air pemandu yang tidak menyebutkan namanya hanya menjawab ada. Yang jelas jemaah menuntut uang kembali kalau tidak berurusan dengan hukum,”kata Een kepada wartawan.

Sementara itu, Suami-istri  Alamsyah dan Dwi Yana warga Inderalaya mengaku kesal lantaran dirinya gagal beribadah umroh, Dia pun meminta pihak travel untuk bertanggungjawab mengembalikan uang tersebut.

“Biayanya Rp 48 juta untuk 2 orang, kenyataanya seperti ini jelas kita marah sedih malu. Di rumah sudah sedekah dan pamit sama tetangga kanan kiri ternyata gagal,  Saya baru ini akan umroh dapat rekomendasi teman katanya travel ini bagus ternyata begini,”ucap Dwiyana sedih

Sementara pemandu umroh Al Jazeera berada di Palembang tidak bisa dihubungi.

Sedangkan Sekda OI H Sobli sangat miris terhadap permasalahan tersebut. Dia berharap para jemaah agar berhati-hati memilih biro perjalanan.

“Ya, banyak bertanya mana travel yang bagus karena, boleh juga banyak bertanya kepaa orang-orang yang pernah berangkat, atau mengecek ke Depag,  travel yang bener atau abal-abal. Untuk biro juga jangan asal memberangkatkan jemaah tanpa mengantongi visa dan kuota dari Depag, kami turut prihatin, ini sebagai pelajaranlah,” katanya.

Teks      : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *