Sekolah di Pagaralam Terapkan KTSP

PAGARALAM – Guna menyesuaikan diri terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) kembali membahas jam belajar hingga program kerja baru. Demikian dikemukakan Ketua KKG PAI Pagaralam Utara, Musriani, kemarin (22/1).

Menurutnya, pembahasan dan rapat rutinitas dimaksud memang mesti dilakukan. Selain karena sudah diprogramkan, termasuk pula nantinya perlu dipikirkan kembali mengenai pemakaian kurikulum lama yang akan diterapkan kembali.

“Surat edaran Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pagaralam terkait penerapan kurikulum lama dan menunda penggunaan Kurikulum 2013 (K-13) di sekolah telah kita terima,” ujarnya. Ia menyampaikan pula adanya perubahan jam mengajar yang berkurang satu jam. Sementara K-13, jam mengajar selama empat jam, sedangkan pada KTSP menjadi tiga jam.

“Kendati demikian, hal itu perlu dibahas agar para guru PAI tidak binggung dan dapat memahami adanya perubahan jam mengajar,” terangnya.

Selain itu kata dia, termasuk pula program kerja yang akan dijalankan seperti apa ke depan, agar kinerja tenaga pengajar dapat semakin optimal. “Hal itu perlu diskusikan lagi, terutama para guru agar tidak menjadi kecil hati akibat pengurangan jam mengajar,” ujarnya seraya berkata diharapkan semua guru dapat tetap memberikan yang terbaik terhadap anak didik.

Pantauan di lapangan, meskipun surat edaran dari Kadisdik mengenai penerapan kembali kurikulum lama, namun ada beberapa sekolah tetap memakai K-13. Bahkan ada pula sekolah yang tak sedikit mengombinasikannya. “Untuk sementara sekolah tetap memakai K-13 dengan kombinasi KTSP.

Kami perlu merapatkan hal itu bersama para orang tua murid, mengingat hal itu ada keterkaitannya dengan buku paket yang akan digunakan,” ujar Nuraini Harisanti, Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Lantabur.

Terpisah, Kepala SDN 33 Kota Pagaralam, Ismet Faisal S.Pd mengatakan, sekolahnya mematuhi edaran dari diknas agar dapat menerapankan KTSP. “Ya, kami menyesuaikan dengan edaran dinas untuk kembali memakai KTSP,” singkatnya.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN
EDITOR    : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *