Robert Heri Enggan Tanggapi Ancaman Pemecatan dirinya

Manajer SFC Robert Heri | Ist

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) , Robert Heri | Ist

PALEMBANG – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Robert Heri enggan menanggapi pemberitaan yang menyatakan dirinya akan dievaluasi atas rekomendasi pihak Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) yang menilai pertambangan di Sumsel masih semrawut.

Bahkan dengan gampangnya, Robert menjawab kepada sejumlah wartawan jika dirinya tidak hadir saat rapat dengan pendapat bersama pihak pengusaha batubara dan DPRD Sumsel karena menyaksikan pertandingan SFC di Padang. “Apa pak alasan bapak tidak hadir saat rapat kemarin?” tanya sejumlah wartawan ketika menghampiri Robert Heri keluar dari ruang rapat Komisi IV DPRD Sumsel.

Tapi Robert sama sekali tidak ada pembelaan dalam hal tersebut. “Apa yang mau dibela. Silakan saja tanyakan komisi IV,” ucapnya singkat sembari bergegas menuju mobilnya meninggalkan gedung DPRD Sumsel.

Bahkan ketika ditanya mengapa saat rapat di DPRD Sumsel hanya 15 perusahaan batubara yang hadir, Rober mengatakan dirinya akan segera mencari tahu hal tersebut. “Nanti, saya cari tahu dulu terkait banyaknya perusahaan yang tidak datang,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya, menegaskan pihaknya akan tetap merekomendasikan pergantian Kadistamben, apabila kedepan permasalahan batubara ini tak kunjung usai. Terlebih lagi, jika Kadistamben tidak kembali hadir dalam rapat berikutnya.   “Rabu pekan depan kami akan kembali panggil pihak perusahaan pemilik IUP. Dan Kadistamben Sumsel sendiri juga sudah kami beritahukan hal tersebut,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dari 360 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Sumsel hanya belasan perusahaan yang menghadiri rapat dengar pendapat terkait permasalahan batubara. Bahkan, Kadistamben Sumsel Robert Heri sendiri juga tidak hadir, karena lebih mementingkan urusan persepakbolaan, yang katanya memilih menonton pertandingan club sepak bola Sumsel Sriwijaya FC di Padang.

Dari daftar absen yang dipegang staf DPRD, ternyata hanya ada 11 pihak perusahaan pemegang IUP yang hadir dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Sumsel, Dishub Sumsel dan instansi terkait lainnya. Berikut nama-nama perusahaan yang ikut dalam rapat dengar pendapat tersebut ; PT DP, PT Prima Energi, PT Dikanatra, PT ABS, PT BSEE, PT DRP, PT Harisan Energi, PT Gorby, PT GGB dan PT SMS.

 

TEKS       : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *