Positif terjangkit virus ND, Ratusan Ekor Ayam Mendadak Mati

Nampak terlihat ayam di kandang Ahmad di desa Pelabuhan Dalam, mati mendadak lantaran terkena virus  ND, | Dok KS

Nampak terlihat ayam di kandang Ahmad di desa Pelabuhan Dalam, mati mendadak lantaran terkena virus ND, | Dok KS

INDERALAYA – Ratusan ayam di dua kandang berbeda yakni milik Ahmad dan Uyak, di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), mati mendadak dalam kurun waktu satu bulan.

Ayam tersebut mati lantaran positif terjangkit virus Newcastle Disease (ND), atau penyakit pada unggas besar yang fatal (mematikan), yang disebabkan adanya pergantian musim dan dianggap penyakit ayam biasa.

Hal itu terkuak setelah Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinsakan), turun ke lapangan dan menguji sample pada ayam tersebut.

Roman, pengelola kandang ayam milik Uyak, di Desa Pelabuhan Dalam mengatakan, sejak awal masuknya ayam ke kandang hingga panen atau berusia 27 hari, tiba-tiba banyak ayam yang berada dikandangnya mati mendadak tanpa jelas penyebabnya.

Lanjut Roman, dirinya khawatir jika ayam tersebut terjangkit flu burung. “Dari 5000 ayam, ada sekitar 100 ekor mati mendadak. Untuk pastinya saya tidak tahu. Saya langsung hubungi pihak Disnakan OI,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadisnakkan Ir Tarmuji didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Agribisnis, Ir Amran dan Drh Laili mengatakan, setelah dilakukan pengambilan sample pada ayam, ayam-ayam tersebut mati lantaran terkena virus ND, akibat adanya pergantian cuaca.

Setelah di cek ternyata negatif terindikasi virus flu burung, namun kita terindikasi ND. Ini kami anggap penyakit ayam biasa,” tuturnya, Kamis (22/1).

 

Ia menambahkan, dari kandang ayam milik Ahmad, warga Palembang setiap hari dikelola Iskandar, dari 5000, terdapat 50 ekar ayam yang mati dalam waktu 9hari.

“Kalau di kandang milik Uyak, ada sekitar 100 ekor yang mati. Kalau dihitung sekitar 150 ekor yang mati mendadak,” ujarnya.

Lanjut Tarmudi, virus ND ini masih dianggap wajar karena bisa terjangkit pada saat musim  pancaroba atau pergantian musim. Namun demikian pihaknya terus melakukan pengecekan ke kandang-kandang ayam yang ada di Kabupaten OI.

“Dengan turun langsung melakukan pengecekan, kami akan tau sedini mungkin perkembangan kesehatan unggas yang ada,” jelasnya.

drh Laili menambahkan, ayam yang mati bangkainya harus dikubur atau dibakar agar virusnya tidak menyebar. “Virus ND masih dianggap aman karena virusya tidak menjangkit pada manusia, namun hanya terjangkit pada unggas disekitarnya,” paparnya.

Lanjut drh Laili, virus ND ini sudah merupakan virus bawaan dan musiman yang sudah puluhan tahun adanya. Biasanya, ayam atau unggas yang terserang virus ND, kepalanya sering muter – muter seperti pusing kepala dan kedinginan.

“Untuk mengantisipasi virus ND, ayam harus diberi vaksin ND agar tidak terjangkit virus ND yakni dengan cara memberikan langsung suntikan kepada ayam atau dengan memberikan semprotan ke kandang ayamnya,” pungkas drh Laili.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *