Perda Tak Efektif, PAD Lubuklinggau “Bocor”

LUBUKLINGGAU – Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pajak dan retribusi Kota Lubuklinggau mengalami kebocoran diberbagai objek pajak dan retribusi. Hal ini digadang-gadangkan karena tidak efektifnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) yang telah lama diterbitkan.

Mantan Ketua DPRD Lubuklinggau yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan,Hasbi Asadiki, kepada Kabar Sumatera,Senin (19/1) mengatakan, produk-produk hukum yang telah dikeluarkan legislatif dan eksekutif di masa kepemimpinanya dulu harus benar-benar ditegakan, demi optimalisasi pajak dan retribusi sumber-sumber PAD yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Kalau Perda-Perda yang ada tidak dijalankan, maka sumber PAD, kita pasti akan bocor. Contoh ada 200 penangkaran walet, bagaimana retribusinya sesuai tidak dengan Perda kita, jangan tidak diterapkan, retribusi pengolaan air bawah juga harus ditegakan, supaya PAD kita tidak bocor,” kata Hasbi Asadiki.

Ditegaskanya, saat ini ada beberapa Perda yang mendesak harus dilaksanakan diantaranya Perda tentang Izin Sarang Burung Wallet dan Perda Retribusi Sarang Burung Walet, Perda Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan retribusi IMB,kemudian Perda pengelolaan air bawah tanah.

Ia meminta kepada legislator Kota Lubuklinggau khususnya Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Lubuklinggau agar mengoptimalkan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda oleh eksekutif.

Ia yakin dan percaya, jika Perda-Perda yang ada dapat ditegakkan maka PAD Lubuklinggau akan meningkat, sumber-sumber objek retribusi dan pajak akan optimal.

“Pak wali itu menginginkan PAD kita meningkat, bahkan ia menggali sumber-sumber PAD. Nah, sekarang sumber yang pasti sudah ada,tinggal penegakkan aturanya saja,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada kepala instansi terkait agar fokus pada penegakkan regulasi yang ada. Sehingga,tidak terjadi kebocoran sumber PAD, dan tidak terjadi pungutan liar.
TEKS      : SRI PRADES
EDITOR    : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *