OKUS Dilanda “Banjir” Durian dan Rambutan

Pondok pedagang durian dan rambutan yang menjamur di kabupaten Ogab Komering Ulu (OKU) Selatan. | Foto : Fitri

Pondok pedagang durian dan rambutan yang menjamur di kabupaten Ogab Komering Ulu (OKU) Selatan. | Foto : Fitri

MUARADUA – Letak geografis Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menyebabkan tanahnya cukup subur untuk tanaman, bahkan dapat dikatakan Bumi Serasan Seandanan ini merupakan surga buah-buahan.

Betapa tidak, banyak sekali jenis buah-buahan yang tumbuh subur di sini, di antaranya durian, mangga, rambutan, manggis, duku dan alpukat, dapat dijumpai di sini.

Namun saat ini Kabupaten OKU Selatan lagi banjir buah durian dan rambutan, bahkan durian di sini terkenal manis dan berasal dari pohon-pohon yang telah berumur atau asli bukan dari metode cangkok.

Adanya banjir buah-buahan ini memberikan karunia tersendiri bagi masyarakat dikarenakan mereka dapat menambah penghasilan dengan menjual buah-buahan tersebut.

Mereka mendirikan pondok-pondok darurat di sepanjang jalan protokol dengan memajangkan buah-buah daganganya. Seperti yang dilakukan Marman (38), salah satu pedagang buah yang mendirikan pondok dagangannya di jalan raya Ranau Kelurahan Bumi Agung.

”Alhamdullilah, saat ini kami merasakan riski dari banjirnya buah-buahan ini seperti durian dan rambutan karena dapat menambah penghasilan saya. Saya telah berdagang buah ini sejak 2 minggu yang lalu dan bersyukur hasilnya lumayan,” ujar Marman.

Ketika ditanya buah-buahan apa saja yang diperdagangkannya dan berapa harganya, Marman menjawab sembari tersenyum, biasanya selain buah durian dan rambutan, dia saya juga menjual mangga dan manggis.

Sedangkan harga yang ditawarkan cukup bervariasi tergantung besar dan kecil ukuran buah tersebut. Untuk Buah durian dia mematok harga dari Rp 10 ribu sampai dengan Rp 30 ribu per buahnya.

“Sedangkan untuk buah rambutan saya mematok harga cukup murah untuk rambutan ini saya jual dengan harga 3 ikat cukup Rp 10 ribu saja,” ujar Marman.

Sedangkan untuk buah mangga, dijualnya dengan harga Rp 5 ribu per kilo. Sedangkan manggis dipatok Rp 6 ribu per kilo.

Untuk mendapatkan buah-buah tersebut, Marman mendapat dari pasokan dari para pemilik kebun tanaman tersebut.

“Biasanya saya mendapat buah-buahan ini dari pemilik buah dari talang dalam. Mereka mengantarkan sendiri buah-buahannya ke saya, tinggal saya menjualkannya kembali kepada para pembeli,” jelasnya.

 

TEKS         : FITRI

EDITOR     : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *