Oknum Guru Diduga Terlantarkan Anak Kandungnya

Adanya laporan terkait ada oknum guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) 13 Palembang, inisial AY yang diduga menelantarkan anak kandungnya berbula-bulan, disayangkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang. Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Ali Subri mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas kasus yang terjadi. Apalagi, oknum guru tersebut merupakan seorang pendidik.

“Kami khawatir hal itu akan berpengaruh dengan psikologi anak-anaknya, seharusnya oknum guru tersebut memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya,” ungkap Ali Subri, Kamis (22/1).

Sambung Ali, agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, pihaknya segera mengambil langkah dengan cara mendatangi kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang. Karena Disdikpora tempat bernaungnya pendidikan maupun guru di Metropolis.

“Kami minta, Disdikpora segera memanggil oknum guru tersebut. Karena, jika tidak segera di selesaikan, masalah ini akan menjadi citra buruk bagi pendidikan kita,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Palembang, Hanafiah mengatakan, pihak keluarga maupun suami oknum guru tersebut segera melaporkan kepada pihaknya. Sehingga, Disdikpora segera menindaklanjuti persoalan penelantaran anak itu.

“Hal itu tidak boleh berlarut-larut, karena bisa mempengaruhi cara mendidik terhadap anak-anak yang lain,”katanya.

Terpisah, mantan suami AY, Marta Edison. Mengatakan, ia sudah bercerai dengan oknum guru tersebut berdasarkan keputusan Pengadilan Agama Palembang nomor 1959 Pdt.G/2013/PA, tanggal 22 Mei 2014 dan akta cerai nomor 0724/AC/2014/PA, tanggal 26 Juni 2014.

“Sementara untuk hak asuh, tiga anak saya jatuh kepada mantan istri saya,”katanya.
Sambung Marta, ia tidak rela jika ke tiga buah hatinya diterlantarkan oleh mantan istrinya tersebut. Apalagi, AY merupakan seorang tenaga pendidik.

“Saya tidak rela jika anak-anak ditelantarkan,”katanya berlinang air mata.
Atas kejadian itu, Marta mengaku, sudah melaporkan kepada pihak berwajib, Karena, akibat AY menelantarkan buah hatinya, anak-anaknya tidak bisa sekolah.

“Anak saya sering diancam oleh mantan istri saya. Saya minta, pihak berwenang dalam hal ini kepolisian segera memprosesnya,” tutupnya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com