Nanan Setuju PNS dan Pelajar Tes Urine

Ilustrasi tes Urine | Ist

Ilustrasi tes Urine | Ist

LUBUKLINGGAU – Siap-siap bagi para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau yang selama ini mungkin terindikasi menggunakan narkoba, pasalnya Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe telah memberikan lampu hijau kepada Badan Narkotika Nasional Kota Lubuklinggau untuk mengetes urine seluruh aparatur.

Kewenangan ini diberikan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe berdasarkan komitmenya dalam membantu penegak hukum memberantas penyalahgunaan narkoba, yang saat ini sudah merebak ke semua usia,baik itu pelajar, pekerja swasta, maupun PNS.

“Saya persilahkan kepada BNN untuk tes urine ke sekolah-sekolah, dan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD, guna memerangi pengaruh jahat narkotika, mau kapan pun dan dimana pun silahkan lakukan saja tes urine oleh Badan narkotika Nasional (BNN), saya mendukung itu ” tegas Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Pejabat nomor satu di Kota Lubuklinggau ini berjanji, tak akan segan-segan memberikan sanksi dan efek jerah kepada aparaturnya, apabila terbukti positif mengonsumsi atau pun pengedar narkoba semua jenis.

“Kemarin sebelum saya melantik pejabat-pejabat, seluruh pejabat eselon II dan III ada sekitar 200 orang sudah tes urine, dan memang ada tujuh orang terindikasi positif, tapi kita lihat dulu apakah memang mengonsumsi narkoba atau sebelum tes ia meminum obat sakit yang mengandung bahan-bahan yang membuat urine positif atau tidak,” terang Nanan, sapaan H SN Prana Putra Sohe.

Untuk sanksi pencopotan jabatan, Nanan,menegaskan dirinya tidak mau tergesah-gesah mengambil keputusan tersebut,namun apabila memang benar-benar terbukti urinenya tersebut positif narkoba dan dilakukan tes darah terbukti positif narkoba maka pada saat itu juga ia akan mencopot jabatan tersebut.

Terpisah, Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Basir,kepada Kabar Sumatera, menegaskan pihaknya telah mengagendakan tes urine diberbagai tempat, seperti pemerintahan (SKPD), sekolah, kelompok marginal dan perusahaan-perusahaan, hanya saja saat ini masih terkendala alat tes urine.

“Kemarin saja dari 600 pejabat baru sekitar 200 kita tes urinenya,karena kekurangan alatnya, nanti kalau alat sudah ada kita pasti akan keliling melakukan tes urine,sesuai program nasional di di pemerintahan,sekolah,kelompok marginal dan perusahaan-perusahaan,”kata dia.

Mengenai tindaklanjut dari tes urine,ia menyampaikan setelah mendapat orang yang positif tes urine,pihaknya akan mengajukan assesmen (penilaian) mengenai mata rantai barang haram tersebut.

Sehingga, mata rantai pemakai dan pengedar dapat terputus,dengan demikian maka penyalahgunaan narkoba bisa ditekan,dan pada 2015 bisa zero narkoba.

“Mata rantai peredaran narkoba ini ada pemesan dan pengedar atau bandar, pemesan kita artikan sebagai pemakai, nah kalau pemakai bisa kita beri ampun melalui rehabilitasi, sedangkan pengedar atau bandar harus kita hukum,” tegasnya.

Dikatakan, untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di Kota Lubuklinggau, kata kuncinya adalah memutuskan mata rantai antara pemesan dan penjual. Kemudian merehabilitasi pemesan dan menangkap penjual.

Ia mengharapkan kepada seluruh masyarakat, agar melapor ke BNN kalau ada keluarga atau teman yang memakai narkoba,agar bisa direhabilitasi. Rehabilitasi ini sendiri ada tiga tahapan pertama pengobatan penyakit melalui opname,kedua pengobatan jalan dan ketiga kontrol.

“Harapan kita tidak usah dirazia-razia lagi,kalau ada keluarga yang memakai laporkan ke kita, karena itu kita ada wajib lapor, nanti kita rehabilitasi dan bagi pengedarnya kita tangkap kita proses hukum,” tegasnya.

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *