BBM Turun, Omset Pengusaha Tahu Anjlok

Pengusaha Tahu Tempe | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Pengusaha Tahu Tempe | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Naik turunnya Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata tak berdampak terhadap produksi perajin tahu dan tempe.

“Produksi masih stabil, tapi kalau omset memang sedikit berkurang, tapi lebih baik omset berkurang dari pada kita menaikkan harga. Sebab, kita tidak mau pelanggan malah kabur,” ujar Cipto, perajin tahu di kawasan Jalan Macan Lindungan.

Cipto berkata, sampai hari ini penjualan tahu dan tempe yang ia produksi juga masih stabil. Harga pun tidak ada kenaikan, hanya saja ia mensiasatinya dengan mengubah ukuran tahu itu sendiri.

Sementera perajin tempe lainnya bernama Siswo Waluyo mengakui, bahan pokok tempe ataupun tahu memang sudah ada patokannya. Ketua rukun tetangga di Macanlindungan ini meyakini bahwa tidak mengalami penurunan harga kedelai.

“Harga yang tadinya Rp 8400 jadi Rp 8200. Ada juga yang jadi Rp 8 ribu untuk yang kedelai kualitas biasa,” ucapnya.

Selain bahan baku ada juga beberapa bahan-bahan untuk menunjang pembuatan tempe tersebut seperti plastik dan daun. Adapun solusi yang bisa dilakukan Siswo adalah dengan cara memperkecil ukuran tahu dan tempe.

Ucap Siswo, kedelai yang ia pakai untuk tahu dan tempe menggunakan kedelai impor langsung dari Amerika, karena jika mengandalkan dari lokal sendiri tidak akan mencukupi.

“Kebutuhan kedelai kita ini 3 juta ton per tahunnya, sedangkan penghasilan kedelai kita hanya 600 ton per tahunnya. Mana cukup kalau kita tidak impor dari luar karena kebutuhan kedelai kita ini juga nomor dua setelah Cina,” tukasnya.

 

TEKS      :  YUNI DANIATI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *