2014, Transaksi Narkoba di Sumsel Rp 13,5 Miliar

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memusnahkan narkoba senilai Rp 13,5 miliar yang merupakan hasil ungkap kasus selama 2014, Kamis (22/1). Dari narkoba senilai Rp 13,5 miliar, itu  terdiri dari empat kilogram sabu dan 25 ribu pil ekstasi. | Dok KS

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memusnahkan narkoba senilai Rp 13,5 miliar yang merupakan hasil ungkap kasus selama 2014, Kamis (22/1). Dari narkoba senilai Rp 13,5 miliar, itu terdiri dari empat kilogram sabu dan 25 ribu pil ekstasi. | Dok KS

PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memusnahkan narkoba senilai Rp 13,5 miliar yang merupakan hasil ungkap kasus selama 2014, Kamis (22/1). Dari narkoba senilai Rp 13,5 miliar, itu terdiri dari empat kilogram sabu dan 25 ribu pil ekstasi.

Dalam pemusnahan turut nampak hadir Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar MS beserta Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Iza Fadri mengatakan, kasus narkoba di wilayah hukum sudah makin kian mengkhawatirkan. Selain warga sipil yang terlibat perdagangan barang haram tersebut, aparat penegak hukum seperti Polri selama catatan di 2014 juga ikut terlibat.

“Beberapa kasus yang kita lihat, ada anggota kami yang ikut terlibat. Saat akan dilakukan penangkapan oleh BNN, anggota atas nama Briptu Firman malah membantu untuk menggagalkan penangkapan. Hingga diketahui ikut terlibat,” kata Irjen Pol Iza Fadri.

Jenderal Bintang dua ini berujar, kedepan pihaknya akan melakukan langkah sistematis.

“Kita akan mengevaluasi di jajaran narkoba, agar tidak ada lagi anggota yang ikut terlibat,” ucapnya.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar MS mengutarakan, dirinya sepakat dengan tindakan tegas Kapolda Sumsel yang langsung melakukan pemecatan terhadap anggotanya yang ikut terlibat dalam peredaran narkoba.

“Tentunya kami juga mendukung langkah dari Kapolda Sumsel. Bila ada anggota TNI yang terlibat akan diberlakukan sama (pecat). Sejauh ini memang ada dua anggota TNI yang terlibat narkoba dan sekarang sedang dilakukan proses hukum” tandasnya.

Edaran Narkoba Mengkuatirkan

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), H Ishak Mekki melontarkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan jenisnya, masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Hal itu diungkapkannya usai menerima kunjungan dari Gerakan Nasional Peduli Anti Narkotika, Tawuran dan Anarkis (GEPENTA) Sumsel, di ruang kerjanya, Kamis (22/1).

Ishak mengatakan, tadi dirinya juga sudah menyampaikan hal yang sama saat menghadiri acara glorifikasi anti narkotika di halaman Mapolda Sumsel. Dirinya mendapatkan info kalau banyak yang sudah tertangkap oleh kepolisian gara-gara kasus narkoba.

“Peredaran narkoba di daerah kita ini sudah sangat mengkhawatirkan. Indikasinya ya karena Sumsel merupakan jalur lintas Sumatera, jadi kerawanan dan kerentanan mulai dari penyelundupan, pengedaran, serta pemakai juga menyebar di sebagian besar wilayah Sumsel,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Ishak, dirinya akan selalu berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, agar selalu gencar dan menindak tegas oknum yang terjerat kasus ini.

“Kita tahu sendiri hukumnya bagi yang terjerat kasus narkoba ini sangat berat. Pihak kepolisian pun berjanji akan maksimal memberantas penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Ketua Gepenta Sumsel, Daeng Mabala mengungkapkan, selain bersilaturahmi dengan Pemprov Sumsel dengan kepengurusan mereka yang baru. Pihaknya juga turut andil dalam memberikan informasi-informasi, terkait peredaran narkoba di Sumsel.

“Kita ke sini silaturahmi dan melaporkan agenda yang akan kami adakan selama setahun ini. Seperti mengadakan penyuluhan di tiap sekolah dan kampus bekerjasama dengan kepolisian dan pihak lainnya,” sebutnya.

Saat ditanya mengenai kondisi peredaran narkoba yang terjadi di Sumsel, dirinya mengatakan, kawasan pelosok lebih parah dari perkotaan yang melakukan transaksi narkoba. Secara persentase, di pelosok angkanya mencapai 80 persen lebih. Sedangkan di kota tidak sebesar itu.

“Di pelosok-pelosok kan biasanya ada hiburan organ tunggal. Nah, di sana biasanya sering ada transaksi narkoba. Namun, tugas kita di sini tidak berhak untuk menindaklanjutinya. Kita hanya menyampaikan informasi ke pihak berwajib, dan barulah mereka yang bergerak untuk melakukan penindakan,” tutupnya.

 

TEKS      : IMAM MAHFUZ

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *