UMP Sumsel 2015 Masih tetap Rp 1,9 Juta

aksi buruh tuntut UMP 2015,di kantor gubernur, beberapa hari lalu. | Dok KS

aksi buruh tuntut UMP 2015,di kantor gubernur, beberapa hari lalu. | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap merujuk pada Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014 yang dijadikan sebagai UMP 2015 dengan besaran Rp 1.974.346. Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel, Dewi Irawati saat diwawancarai, kemarin.

Dirinya menjelaskan, pihaknya telah melakukan perundingan serta musyawarah bersama Dewan Pengupahan, terkait besaran UMP 2015.

“Naik turunnya harga BBM tidak berpengaruh. Besaran UMP tahun ini tidak berubah sesuai persetujuan pak Gubernur pada Desember kemarin, yaitu Rp1.974.346. Keputusan ini kami ambil, juga didukung sesuai survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL),” terangnya.

Pihaknya juga memikirkan nasib para pekerja dengan menyuruh pengusaha mengutamakan Upah Minimum Sektoral (UMS). Ini dianggap bisa lebih meringankan beban pekerja karena nilai sektoralnya beda-beda.

Akhmad Najib, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel berkata, pihaknya telah mempertemukan Dewan Pangupahan, dan hasilnya untuk di Sumsel pada 2015 tetap menggunakan UMP sebesar Rp1.974.346. Pihaknya memberikan tiga opsi kepada Dewan Pengupahan yakni nilai UMP Rp1.974.346 tapi Apindo menjamin akan ada perubahan UMS. Lalu ada juga opsi akan tetap merevisi besaran UMP yang ada saat ini. Terakhir, dengan sistem bipartit yakni kajian dari kedua belah pihak.

“Jadi kita akan lebih memperhatikan perbaikan upah sektor tanpa mengubah SK Gubernur yang ada,” jelasnya.

Sementara, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menegaskan, untuk saat ini besaran UMP 2015 masih sama yaitu Rp1.974.346.

“Waktu itu memang naik, jadi kita survei ulang dan didapatilah hasil Rp2.213.001. Namun, pengusaha walk out begitu juga pihak buruh,” bebernya.

Kenaikan UMP yang sangat besar itu, lanjut Alex belum bisa dan masih sulit dipenuhi.

“BBM kan turun saat ini, tapi kalau minta upah sebesar itu agak berlebihan. Jadi, total Rp1.974.346 dianggap sudah pas. Ini saja sudah merupakan tertinggi nomor enam di Indonesia,” ungkapnya.

Ia meminta kepada semua pihak agar tidak banyak menuntut terhadap UMP yang ditetapkan itu.

“Jangan memaksakan kehendak, coba dulu saja dengan UMP yang ada sekarang. Kita harus melihat kondisi saat ini sudah cukup banyak pemberhentian massal saat ini. Jangan sampai bertambah lagi. Sudah sangat masuk akal dengan angka segitu, apalagi ditambah dengan UMS,” tutupnya.

TEKS:IMAM MAHFUZ
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *