Trend 2015, Butik Sajikan Fashion Era 80-an

Ilustrasi fashion era 80 an. | Dok KS

Ilustrasi fashion era 80 an. | Dok KS

PALEMBANG – Fashion era 80-an kembali digandrungi masyarakat di tahun 2015. Tak hanya di kota-kota besar lainnya, tapi di Kota Palembang juga sangat diminati khususnya anak-anak remaja.

Tengok saja Butik Catwalk yang ada di salah satu pusat perbelanjaan di Palembang banyak mengusung desain bajunya dengan fashion era 80an, fashion yang biasa disebut sebagai fashion vintage ini sudah muncul sejak 2014 lalu.

Fashion vintage ini sebenernya sudah dari tahun 2014 lalu. Cuma bedanya kalau 2014, Vintagenya lebih ke rok, kalau di tahun 2015 ini lebih ke jeans yang dipadukan dengan baju Cropti dan baju kodok,” kata Dona, Paramuniaga Butik Catwalk, Rabu (21/1).

Cerita Dona, jika sebagian besar Fashion saat ini banyak tertuju kepada artis-artis lokal dan luar negeri yang simpel dan kasual, dan baju-baju yang dijual di butik Catwalk juga kebanyakan mengikuti perkembangan fashion itu sendiri.

Harga yang ditawarkan Butik Catwalk ini mulai dari Rp200 ribu untuk baju dan di bawah Rp200 ribu untuk celana pendek (Hotpant). Dan, semua barang adalah barang yang langsung di impor dari Bangkok dan Korea.

“Produk kita langsung impor Korea dan Bangkok. Juga ada sebagian dari Bandung tapi sedikit, karena memang barang-barang kita lebih cenderung ke impor,dan kita juga memang menjual tidak hanya fashionnya tapi kualitas juga,” Dona menjelaskan.

Untuk peminat fashion era 80-an? Jawab Dona, mulai dari kalangan ekonomi menengah ke atas dan kebanyakan orang-orang dewasa.

“Ada juga remaja, tapi memang yang dia tahu kualitas dan merasa nyaman dipakai, walaupun mahal pasti di beli,”ucap Dona.

Untuk bahan baju sendiri, banyak pelaku fashion memilih bahan-bahan yang nyaman dan adem, seperti katun, jersey, dan bahan-bahan Korea lainnya.

Omset yang butik Catwalk dapat tidak stabil, tapi akan meningkat jika dihari-hari besar seperti hari raya.

“Biasanya omset kami sangat tergangtung pengujung. Terkadang banyak pengunjung, tapi omset biasa-biasa saja. Kadang pengunjung banyak yang hanya sekedar melihat-lihat saja, tapi kalau seperti hari raya biasanya omset naik,” papar Dona sambil melayani pelanggan.

 

TEKS      : YUNI DANIATI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *