Tarif Parkir di Banyuasin Lampaui Perda

BANYUASIN – Tarif parkir yang dikenakan juru parkir di sejumlah titik di kabupaten Banyuasin diduga melebihi perda.

Melti (35), warga Takang Kelapa mengatakan, dirinya terkejut di saat harus membayar parkir di Pasar Sukajadi. Untuk sekali parkir, dikenakan uang Rp 2.000.

“Sekali waktu saya ke pasar minta antar suami saya, dengan menggunakan mobil, eh pas mau dibayar Rp 2.000, petugas parkinya tidak mau. Kata juru parkirnya kurang, katanya Rp 4.000, namun juru parkir tidak menunjukan karcisnya,” sambungnya

Hal senada juga dikatakan Wandi (40). warga Pangkalan Balai. Dikatakannya, juru parkir yang diduga memungut lebih dari perda, bukan saja terjadi di wilayah Talang Kelapa, melainka di wilayah Pangkalan Balai pun diduga juga ada.

“Rasanya bukan saja di pasar sukajadi, tapi di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Banyuasin rasanya bisa saja terjadi. Sebab banyak yang masyarakat tidak mengetahui besaran harga yang telah ditetapkan dalam perda. Kadang masyarakat tidak mau banyak urusah, kalau dipenta berapa bayar,” tambahnya

“Kami berharap kepada pemerintah untuk menindak tegas oknum-oknum juru parkir yang nakal. Sehingga masyarakat merasa nyaman. karna, uang yang dipungut itu, bukan masuk kekantong oknum tapi benar-benar masuk ke PAD,” tambahnya

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi & Informasi, Supriadi melalui kepala Kabid DLAJ, Herlambang mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak oknum juru parkir nakal.

“Kalau ada juru parkir nakal, yang meminta uang namu tidak memberikan karcis parkir, segera laporkan ke Dinas Perhubungan. Kita akan segera tindak, termasuk surat tugasnya akan kita cabut,” ucap herlambang

“Dan Kalau ada juru parkir yang meminta uang melebihi tarip yang telah ditentukan didalam perda beratri pungli. Segera laporkan kami bersama aparat keamanan akan segera menindaknya” tambahnya

Dikatakan Herlambang, sesuai dengan Perda Banyuasin, untuk tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp1.000. Sedangkan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp2.000.

“Di Banyuasin tidak menerapkan waktu lamanya parkir seperti di mal-mal. Kita terapkan per sekali parkir,” tambahnya

Herlambang mengakui, banyak masyarakat yang mengeluhkan tingginya tarif parkir dan tidak adanya karcis parkir yang diberikan. Sehingga dikhawatirkan tidak masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah.

Namun demikian, kata Herlambang, pihaknya tidak bisa terus melakukan pemantauan satu per satu lokasi perkir tersebut. Mengingat banyaknya lokasi parkir.

Kalau untuk Pendapatan Asli daerah, kata Herlambang, setiap lokasi dan juru parkir telah berikan terget.

“Dari sekian banyak lokasi, kami tidak mungkin terus memantau satu persatu. Oleh karna itu, kami berharap kepada masyarakat untuk ikut memantaunya.” Jelas Herlambang sembari mebambahkan bahwa juru parkir yang sah mempunyai surat tugas.

 

TEKS      : DIDING KARNADI

EDITOR   : FJ ADJONG

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *