Tarif Angkutan Kota Dipastikan Turun Rp 500

INDERALAYA – Meski belum ditetapkan secara resmi oleh Dinas Perhubungan (Dishub), Kabupaten Ogan Ilir (OI), dan Organisasi Angkutan Darat (Organda), Ogan Ilir, penurunan tarif angkutan umum sekitar 5 persen atau diperkirakan Rp 500,-,

Hal itu menusul adanya surat edaran dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub), RI yang ditujukan untuk seluruh provinsi dan kabupaten/kota, prihal besaraan penurunan tarif yakni 5 persen untuk anggkutan jalan dan 4 persen untuk angkutan penyeberangan.

Kepala Dinas Perhubungan pemkab OI H Mustarsyah didampingi Kabid LLAJ Yusrizal, Rabu (21/1), mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti edaran menteri dengan segera melakukan rapat koordinasi dengan para  perwakilan sopir angkot dan angdes, termasuk melibatkan pihak Organda, Polres, Koramil, masyarakat umum dan mahasiswa unsri.

“Kita segera melaksanakan rapat untuk membahas penurunan harga tarif angkutan umum , baik angkot maupun angdes,’’ ujar.

Lanjutnya, meski belum dilakukan rapat, pihaknya sudah bisa memprediksikan penurunan tarif, dimana pada rapat terdahulu saat BBM naik, tarif angkutan umum naik  Rp 1000 perpenumpang untuk umum dan Rp 500 perpenumpang untuk kalangan mahasiswa dan pelajar.

‘’Misalkan, tarif angkot Rp 3000 perpenumpang, maka kita prediksikan akan terjadi penurunan sekitar Rp 500 . Artinya tarif yang akan diberlakukan Rp 2500 perpenumpang. Tapi yang pastinya akan kita bahas saat dilakukan rapat pertemuan dengan para sopir dan Organda,’’ ujarnya.

Mustarsyah menambahkan, pihaknya dinilai perlu mengkaji penurunan tarif angkot maupun angdes dengan mempertimbangan masalah lainnya yang berhubungan dengan kendaraan.

“Saat BBM naik, sparepart ikut naik, tapi ketika BBM turun, sparepart tidak ikut turun. Inilah yang harus kita kaji , agar para sopir tidak dirugikan dan para poenumpang tidak diberatkan,’’ pungkas Mustarsyah.

 

Teks     : Junaedi Abdillah

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *