Soal Dualisme Pengurus Taekwondo, KONI Minta Petuah PB TI

PALEMBANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Sumatera Selatan (Sumsel) langsung bergerak cepat dalam menuntaskan polemik dualisme kepengurusan Taekwondo Indonesia (TI) Sumsel yang terjadi saat ini.

Induk organisasi olahraga tertinggi di Sumsel ini tengah berupaya menyelesaikan dualisme kepemimpinan pengurus antara pimpinan Darusman Oesman ketua umum berdasarkan surat keputusan pengurus besar (PB) TI nomor SKEP-21/PB.TI/XII/2013, 20 Desember 2013 dengan Hardi Sopuan ketua hasil Musyawarah Provinsi Luarbiasa (musrprovlub), 21 Desember 2014.

Karena itu, KONI Sumsel mengambil kebijakan melayangkan surat ke PB TI, Rabu (21/1) untuk meminta penjelasan atau petuah dalam menyelesaikan masalah ini. Karena kalau dibiarkan berlarut, tentu akan mempengaruhi pembinaan atlet taekwondo di Sumsel.

“Sehubungan hal tersebut kami telah memanggil para pihak secara terpisah untuk mendapatkan informasi dan kronologis atas terjadinya dualisme kepemimpinan di internal pengurus provinsi TI Sumsel,” kata wakil ketua I KONI Sumsel Maryama Bustam didampingi ketua bidang pembinaan prestasi HMY Ishak Hasan, di sekretariat KONI Sumsel.

Dikatakan Maryama, berdasarkan dari hasil pertemuan dengan kedua belah pihak tersebut, pihaknya berkesimpulan bahwa persoalan dualisme kepengurusan dapat diselesaikan induk organisasi yang memiliki kekuatan hukum yaitu pengurus besar Taekwondo Indonesia.

“Berkaitan dengan itu, KONI Sumsel memohon kiranya ketua umum dapat memberikan penjelasan dan kepastian hukum pengurus provinsi TI Sumsel yang memiliki azas legalitas sebagai pedoman dalam melanjutkan pembangunan olahraga prestasi khususnya cabang taekwondo,” paparnya.

Sekadar informasi, KONI Sumsel meminta informasi dari pengurus provinsi TI Sumsel versi Hardi Sopuan, Senin (19/1). Sedangkan kepengurusan versi Darusman Oesman, Selasa (20/1).

“Sesungguhnya, dengan memperoleh bahan ini yang berkompeten menetapkan siapa yang sah adalah PB TI. Kita hanya melaporkan mengenai kekisruhan yang terjadi dan ini akan kita serahkan ke PB TI untuk ambil langkah-langkah sehingga bisa segera clear. Kita berharap sebelum Porprov di Lubuklinggau, 24-30 Mei nanti bisa ada titik temu,” tutupnya.

 

TEKS              : IQBAL

EDITOR          : RINALDI SYAHRIL


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *