Radius 500 M dari KPT, Dilarang Mendidirikan Bangunan

Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, | Dok KS

Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, | Dok KS

INDRALAYA – Untuk menjaga ekosistem serta menjaga keindahan kawasan Komplek Perkantoran Terpadu (KPT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir, pihak Pemkab OI akan melarang pendirian bangunan dikawasan KPT dalam radius 500 meter.

Bupati OI, H. Mawardi Yahya mengatakan, agar terlihat indah dan juga menjaga ekosistem, pada radius 500 banguan tidak diperbolehkan untuk berdiri baik untuk perumahan maupun usaha, “Ya, ini untuk menjaga kealamian KPT OI,” paparnnya.

Lanjut bupati, larangan tersebut dituangkan dalam surat edaran yang ditunjukan kepada seluruh instansi. “Nanti ada aturannya. Kita ingin KPT tetap alami dan indah dipandang,” ujarnya, kemarin.

Seementara itu, Ketua DPRD Ahmad Yani, menambahkan pihaknya sudah menerima surat edaran dikeluarkannya peraturan bupati (Perbup), dan telah di sosialisasikan ke semua instansi serta SKPD terkait.

“Kita juga mendapatkan surat tersebut. Sudah ada surat peraturan bupatinya dengan nomor 180/62.SE/2014 tentang larangan membangun,” katanya. ,

Lanjut Ahmad Yani, pelarangan yang dikeluarkan pemerintah untuk menata pembangunan dan ruang sehingga terlihat asri dan enak dipandang mata.

“Ya, bila tidak ada perbup atau pelarangan pembangunan, mungkin sudah banyak yang ditimbun oleh warga. Dengan adanya penimbunan ini juga merusak ekosistem yang ada. Habitat ataupun tempat hidup hewan air juga secara otomatis akan berkurang. Inilah yang kita upayakan agar tetap terjaga sehingga kedepan, KPT masih tetap menjadi kawasan yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan KPT juga bisa dapat menjadi alternatif bagi kawasan pariwisata.

“Bisa jadi wisata air. Ketika musim hujan atau pasang seperti sekarang ini. Namun, perencanaan kedepan paling tidak akan dibuat arena bermain ataupun arena lainnya. Termasuk adanya wisata kuliner yang dibuat semanis mungkin. Artinya ada pembangunan tanpa merusak ekosistem yang ada,” ujarnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *