Pasca Tragedi Air Asia QZ8501, Wong Palembang tak Mau Ikan Laut

Ilustrasi Pesawat Air Asia | Ist

Ilustrasi Pesawat Air Asia | Ist

PALEMBANG – Kendati sudah tiga pekan berlalu tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura dan lokasinya di perairan Kalimantan, namun warga Palembang hingga kini masih enggan mengkonsumsi ikan laut. Kebanyakan wong Palembang lebih memilih makan daging ayam dan ikan air tawar.

Kondisi ini dikeluhkan pedagang ikan di Pasar Cinde Palembang. Menurut pedagang ikan di Pasar Cinde, Kristopo mengatakan mesti peristiwa yang terjadi pada 28 Desember 2014 itu menyebabkan penjualan ikan laut jauh berkurang. Padahal pedagang kerap memberikan pengertian kepada pembeli bahwa ikan yang dijualnya berasal dari perairan Bangka dan Pulau Jawa.

“Memang masih laku, tapi jauh berkurang. Orang bilang takut makan ikan laut, takutnya dari Kalimantan,” ungkapnya, Rabu (21/1).

Ujarnya, penjualan ikan laut perhari berkurang hingga 30 persen dari 70 kilogram stok yang disiapkan. Meski kurang laku, harga ikan laut tidak menurun.

“Biasanya, tongkol atau sarden paling laris. Sekarang banyak milih ikan air tawar, kayak patin, gabus, dan gurami,” ujarnya.

Berkurangnya konsumsi ikan laut di Palembang ini terjadi untuk kedua kalinya. Pada 1997 silam, warga setempat nyaris meninggalkan makan ikan selama berbulan-bulan setelah pesawat SilkAir jatuh di perairan Sungai Musi.

“Waktu 97 dulu lebih parah, ikan laut dan ikan sungai tak laku. Karena pesawatnya jatuh di Sungsang, Sungai Musi. Apalagi, penumpangnya tak ada yang ditemukan,” tambah Khoirudin, pedagang ikan lainnya.

Sementara menurut salah satu pembeli, Sardina, berkurangnya mengkonsumsi ikan laut hanya untuk mengurangi kekhawatiran terhadap desas-desus yang ada di masyarakat. Apalagi, mayoritas penumpang yang ditemukan tidak utuh lagi.
“Kasihan sama mereka (penumpang), tapi bukan apa-apa, maaf untuk sementara makan ikan sungai dulu, kalo agak lamaan, baru ikan laut,” tutupnya.

TEKS : AMINUDDIN
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *