“Koruptor Pantas Dihukum Mati”

Ilustrasi

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Hukuman mati lebih layak dijatuhkan kepada koruptor, dibandikan dijatuhkan pada pelaku kejahatan lainnya, seperti kasus narkoba, terorisme dan pembunuhan. Demikian disampaikan Sutan Syarir, Mudhir Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Rozi Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, via handphone kepada Kabar Sumatera, Rabu (21/1).

Hal itu dikatakan Sutan terkait dengan pemberlakukan hukuman mati terhadap bandar narkoba oleh pemerintah Indonesia. Sutan mengamini terhadap pernyataan Mahfud MD, matna Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengatakan hukuman mati bukan hanya bagi bendar narkoba tetapi juga bagi koruptor.

Sementara seperti diberitakan sebelumnya, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumsel, Usman Efendi, mengatakan, hukuman mati bagi koruptor tidak bisa diterapkan, karena porsi antara tindak pidana koruptor dan bandar narkoba berbeda. “Tidak bisa hukuman mati diberlakukan bagi koruptor. Sebab kadar antara koruptor dan narkoba itu berbeda. Kalau narkoba itu mata rantainya panjang. Oleh sebab itu, menurut Usman hukuman bagi koruptor cukup habiskan saja hartanya, dengan dimiskinkan, sekaligus asetnya juga disita negara,” ungkap Usman Efendi yang juga Ketua Badan Legislasi (Baleg), Selasa (20/1).

Lain halnya dengan Sutan. Merujuk pada ayat al-quran dan memperhatikan pendapat para ulama, Sutan mengatakan, orang yang melakukan kejahatan di bumi yang tidak dapat dihentikan, maka tidak ada lain hukuman kecuali dengan dibunuh. “Jika ternyata para koruptor memang sudah terbukti melakukan kejahatan dan tidak dapat dihentikan, maka harus dibunuh,” ujarnya.

Sebab menurut Sutan, perilaku para koruptor, sudah terlalu banyak mengambil rakyat miskin. Hak sejehtera bagi rakyat miskin menjadi hilang karena perbuatan mereka. “Banyak anak yang pintar tidak bisa melajukan pendidikan mereka karena rendahnya ekonomi keluarga. Salah satu sebabnya karena perilaku koruptor,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Sutan sangat sepakat dengan Mahfud MD jika koruptor yang sudag merugikan bangsa harus dihukum sesuai kejahatannya, denga hukuman mati. “Korupsi merupakan salah satu bentuk perampasan Hak Asasi Manusia (HAM). Dari segi moral hukum dan HAM, (memberlakukan) hukuman mati sudah tepat, karena korupsi juga pelanggaran HAM,” imbuhnya.

Terhadap hukuman mati bagi bandar narkoba, Sutan mengatakan hal itu sudah sangat wajar. Namun demikian, menurut Sutan hukuman berat juga harus ditimpakan kepada produsen, pengedar dan panyalahguna narkoba sesuai dengan kadar narkoba yang dimiliki. “Hal itu harus dilakukan tindakan tegas, atau bahkan hukuman mati, agar ada efek jera dan tidak berulang, demi menegakkan kemaslahatan umum,” jelas Sutan.

Sutan juga menegaskan, bagi pordusen yang memproduksi, mengedarkan dan menyalahgunakan narkoba tanpa hak, hukumnya haram. Tindakan itu menurut Sutan merupakan tindak pidana yang harus dikenai hukuman sesuai undang-undang (UU) yang telah di tetapkan Pemerintah. “Pemerintah tidak boleh memberikan pengampunan atau keringanan hukuman kepada pihak yang telah terbukti menjadi produsen, bandar, pengedar dan penyalahguna narkoba karena dampak buruk narkoba jauh lebih dahsyat dibanding dengan khamr (minuman keras),” tambahnya lagi.

Sutan mengakui, sampai kini terlalu banyak orang Indonesia yang menjadi pencandu barang haram itu, terutama para pelajar bahkan sampai ke pelosok daerah kabupaten dan kota. “Yang sangat menyedihkan di pedesaan, narkoba begitu mudah didapakan. Oleh sebab itu, meminta masyarakat agar terlibat aktif dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di kalangan masyarakat. Kepada para ulama, tokoh agama, da’i dan muballigh, pendidik, kepada alim ulama, guru-­guru, mubaligh dan pendidik untuk lebih giat memberikan pendidikan dan penerangan terhadap masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Bagaimanapun narkoba harus diberatas habis,” tutupnya.

 

TEKS          : CANDRA WAHYUDI (MG)

EDITOR      : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *