Kadistamben Sumsel Terancam Dipecat !

PALEMBANG – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Sumsel Robert Hery terancam dipecat. Soalnya, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) akan merekomendasikan atau meminta Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengevaluasi kinerjanya yang menilai masalah sektor pertambangan di Sumsel masih semrawut.

Hal tersebut diketahui saat digelarnya rapat dengar pendapat bersama pihak perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) diruangan Banggar DPRD Sumsel. Dalam rapat dengar pendapat, itu hanya ada 15 perusahaan yang hadir dari jumlah undangan pemanggilan dari pihak DPRD Sumsel Komisi IV sebanyak 360 perusahaan.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edwar Jaya menyatakan akan merekomendasikan kepada Gubernur Sumsel untuk melakukan pergantian Robert Hery selaku Kadistamben. Pasalnya Komisi IV menilai persoalan Pertambangan di Sumsel masih semrawut.

Terlebih pada rapat dengar pendapat antara Komisi IV dan Perusahaan Pertambangan di Sumsel serta Dishub dan Distamben, Robert Hery tidak hadir, begitupun dengan pihak perusahaan dimana dari 360 Perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) hanya 15 perwakilan perusahaan yang hadir.

“Jelas kami kecewa, dari ratusan atau tepatnya 360 Perusahaan pemegang IUP hanya 15 yang hadir pada Rapat ini,” ujar Edwar Jaya.

Dilanjutkan politisi Golkar itu, Komisi IV akan meminta Gubernur Sumsel untuk melakukan evaluasi terhadap Kadistamben, Robert Hery. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika hasil evaluasi selama kinerja Robert dinilai buruk pihaknya akan merekomendasikan untuk pergantian Kadistamben.

“Kami minta Gubernur untuk mengevaluasi Kepala Dinas Pertambangan, bisa saja nantinya kami merekomendasikan untuk pergantian. Dan harusnya 360 perusahaan pemegang IUP hadir, namun kenyataanya dari 360 perusahaan pertambangan hanya 15 perwakilan perusahaan yang hadir dan itupun sambungnya perusahaan kecil,” ungkap Edwar dengan raut wajah kesal.

“Yang berwenang mengundang perusahaan pertambangan ini Dinas Pertambangan, kalau kami tak punya wewenang, nah kenapa tidak hadir ini akan kami pertanyakan dengan Kepala Dinas Pertambangan, apakah tidak diundang, atau mereka tidak hadir,” tegas dia.

Tak hanya itu, Edward juga menuding, Kadistamben Sumsel Robert Hery menyimpan perusahaan pertambangan kelas besar dan hanya menghadirkan perusahaan tambang yang kecil.

“Kami juga tidak tahu kenapa yang hadir ini Perusahaan Pertambangan yang kecil-kecil, apa mungkin perusahaan yang besar disimpan. Rapat akan diskor hingga Rabu pekan depan (28/1) dengan harapan semua terkait dapat hadir,” ungkapnya.

 

TEKS       : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SHAHRIL

 


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *