Berburu Angpao Jelang Imlek

Pernak-pernik Imlek saat ini yang masih banyak diburu warga keturunan Tionghoa seperti angpao untuk menyambut Hari Raya Imlek. | Foto  : Ferry

Pernak-pernik Imlek saat ini yang masih banyak diburu warga keturunan Tionghoa seperti angpao untuk menyambut Hari Raya Imlek. | Foto : Ferry

PALEMBANG – Pernak-pernik Imlek seperti angpao saat ini banyak diburu warga keturunan Tionghoa untuk persiapan Hari Raya Imlek. Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, di Toko Medan Jaya berlokasi di Pasar Sayangan, nampak terpajang segala pernak-pernik Imlek siap jual.

Septi, karyawan Toko Medan Jaya menyebutkan, bahwa pembeli semakin banyak mendekati hari Imlek mendatang. Untuk dua pekan terakhir, diperkirakan pengunjung yang datang sekitar 30 persen. Rata-rata yang datang ke toko dari anak-anak remaja.

“Yang mereka cari itu adalah angpao. Apalagi sekarang ini desain angpao beragam bentuknya, misalnya ada gambar-gambar kartun,” cetusnya.

Di samping angpao, toko Medan Jaya juga menjual pelbagai pernak-pernik lainnya. Seperti hiasan tempelan di dinding, patung-patung, dan lampion. Harga angpao dipatok mulai dari Rp 1.500 sampai dengan Rp7.500, lampion berkisar seharga Rp 30 ribu sampai Rp 45 ribu untuk yang biasa, sedangkan lampion kualitas lebih bagus berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.

“Selain kodian kita juga jual eceran dan banyak anak-anak muda malah yang beli angpaonya untuk dijual lagi lewat online, untuk lampion itu malah biasanya dekat-dekat hari H baru ramai,” ujarnya.

Mega, pemilik toko pernak-pernik Imlek di pasar buah, yang baru empat hari ini juga memajang jualannya, lebih sedikit berbeda, tidak hanya menjual pernak-pernik kecil ia juga menjual hiasan Pohon Muihua (pohon sakura) dan permen, barang-barang ini langsung ia pesan dari Jakarta, bahkan sebagian ada yang langsung dari Cina.

“Lampion sebagian dari Cina dan harganya memang sedikit berbeda, lampion dari Cina lebih unik dibandingkan dari lokal,” ucapnya.

Untuk harga Pohon Muihua yang Mega jual kisaran dari Rp 220 ribu sampai Rp 600 ribu. Omset menurutnya untuk saat ini belum bisa dipastikan, karena masih awal.

“Empat hari ini yang banyak dicari itu permen, tapi untuk hari ini juga sudah mulai ada yang cari gantungan pintu, dan ada satu barang yang kelihatannya sepele tapi pasti dibeli orang, itu ada hiasan tempelan dinding yang setiap tahun nya gambar akan berubah menurut Shio, tahun ini Shio Kambing jadi bentuk hiasannya gambar kambing, omset karna baru empat hari jadi belum bisa memastikan,” Mega menjelaskan.

Ujar Mega, bahwa untuk barang-barang tahun ini lebih sepi dikarenakan keterlambatan pengiriman. “Akibatnya barang yang terpajang di toko ini masih sedikit,” katanya.

 

TEKS        : YUNI DANIATI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *