Kena Sanksi, Kenaikanan Pangkat PNS Ditunda

Indralaya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir saat ini bukan hanya terfokus dalam pembangunan secara fisik, namun juga fokus membangun Sumber Daya Manusia (SDM), agar mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pemberian sanksi kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang tidak disiplin dan melanggar aturan.

Sepanjang tahun 2014, ada belasan  PNS yang diberikan sanksi baik kecil, sedang maupun berat. Sanksi tersebut berimbas pada terhambatnya proses kenaikan pangkat serta pemberian tunjangan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Ogan Ilir (OI), H. Herman,  Selasa (20/1), mengatakan, PNS yang melakukan pelanggaran disiplin sesuai dengan ketentuan baik pelanggaran kecil, sedang dan berat akan dikenakan sanksi.

“Ya, fungsi kita kan melakukan pengawasan dan pembinaan. Saat ini banyak PNS yang kita kenakan sanski,” ujarnya tanpa menyebutkan jumlah PNS.

Lanjut Herman, sanksi tersebut berupa penundaan gaji berkala, tunjangan hingga penundaan kenaikan pangkat.

“Mekanismenya, kita dapat surat ke BKD tentang PNS yang akan naik pangkat dan gaji, kita lihat kalau pegawai itu ada catatan merah makan kita kasih rekomendasi untuk ditunda. Ini sebagai upaya untuk memberikan tindakan tegas kepada pegawai yang melanggar,” tegasnya.

Selain pegawai, lanjut Herman, pihaknya juga mendapatkan banyak aduan dari masyarakat tentang Kepala Desa (Kades).

“Kades juga paling banyak mendapatkan aduan, baik permasalahan dana maupun kedisiplinan dari masyarakat. Setiap aduan langsung ditindaklanjuti untuk mengetahui permasalahan yang terjadi. Fungsi kita kan lakukan pengawasan. Setiap laporan lansung kita tindaklanjuti,” paparnya.

Sambungnya, disamping pengawasan reguler, pihaknya  juga melakukan pengawasan dan menindaklanjuti laporan masyarakat. “Umumnya aduan itu prihal Anggaran Dana Desa (ADD) dan Bantuan Gubernur (Bangub). Kita panggil dan berikan pembinaan,” ujarnya.

Disinggung kedepan akan dikucurkan anggaran Rp 1 Miliar per desa, Herman menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada kades terkain anggaran tersebut.

“Ya, sebelum uang itu turun, kita lakukan sosialisasi dan pembinaan. Jangan sampai, uang tersebut digunakan bukan semestinya,” pungkasnya.

 

Teks       : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *