Sebentar lagi, Waktu Tempuh Pagaralam-Lahat Cukup 30 Menit

PAGARALAM – Proses realisasi pembangunan dua jembatan layang yang menghubungkan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, yakni Jembatan layang Lematang Indah sepanjang 300 meter dan Jembatan Layang Endikat sepanjang 61,2 meter sudah memasuki babak baru, berupa study kelayakan dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Hal itu terungkap di saat pertemuan pembahasan pembangunan kedua jembatan bersama Pemerintah Kabupaten Lahat dan Pemprov Sumsel, berlangsung di rumah dinas Walikota Pagaralam, kemarin (19/1).

Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni menegaskan, untuk Jembatan Lematang sejauh ini telah memasuki masa pelelangan untuk pembuatan (Detail Enginering Design, Red)DED di pusat.

Sedangkan untuk Feasibility Study (study kelayakan) dan Amdal tengah diupayakan mengenai jalan berikut pembebasan lahan di Dusun Pelang Kenidai, Dempo Tengah dan Dusun Perahudipo, Kecamatan Dempo Selatan.

“Jembatan Layang Lematang saat ini masih dalam proses lelang yang dilakukan Pemerintah Pusat. Sementara kita sendiri tengah berupaya melakukan pembebasan lahan dan proses study kelayakan,” kata Ida.

Lanjutnya, untuk Jembatan Layang Lematang dengan pajang 300 m lebar 30 yang akan menyerap dana sekitar Rp. 300 miliar, diperkirahkan akan dikerjakan akhir Januari 2015.

Namun belum dalam bentuk fisik, melainkan ada tahapan lain yang juga menjadi bagian dari pembangunan proyek pemerintah pusat ini terkait lahan dan titik nolnya.
“Melalui jembatan ini, jarak tempuh bisa diperpendek sekitar 3 km. Sementara untuk Jembatan Layang Endikat sekarang ini tengah dirancang mengenai surat pengajuan kepada Pemerintah Pusat antara Pemkot Pagaralam dengan Pemkab Lahat. Mengingat letak posisinya berada di dua wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Balai Besar Kementrian PU melalui Kasi Perencanaan Kismanhadi ST mengatakan, untuk Jembatan Layang Lematang saat ini masih proses lelang design. Sementara untuk Jembatan Layang Endikat baru masuk tahapan rancangan(design) dari Balai Besar kementrain PU.

“Jembatan ini akan dibangun sepanjang 300 meter, sehingga jarak tempuh antara Pagaralam-Lahat dapat lebih singkat, yakni sekitar 30 menit,” katanya seraya menjelaskan selain memperpendek jarak tempuh, termasuk pula menarik minat wisatawan untuk megetahui lebih jauh lagi kondisi alam Bumi Besemah.

Ia mengatakan, sejauh ini kondisi jalan lintas Pagaralam-Lahat dalam kondisi baik. Namun, ada beberapa titik jalan dinilai cukup ekstrim dengan tepian jalan banyak terdapat jurang terjal cukup dalam, seperti kawasan Liku Endikat dan kawasan Lematang Indah.

“Kalau realisasi pembangunan jembatan layang terwujud, maka kondisi jalan berliku akan terpotong dan jarak tempuh akan lebih pendek,” sambungnya seraya berkata untuk tahap awal menjelang action physics (pelaksanaan pembangunan) yakni melakukan study kelayakan dan UKL UPL terhadap jalan negara dimaksud.

Ditambahkan Kepala Bappeda Provinsi Sumsel Yohanes mengatakan, posisi Jembatan Endikat berada didua wilayah, yakni Kota Pagaralam dan Kabupaten lahat. Tentunya hal itu perlu dukungan Pemprov Sumsel untuk melakukan study kelayakan. Sementara untuk DED nya akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Sejauh ini kita tengah menunggu surat persetujuan pusat tentang pelaksanaan proyek jembatan tersebut agar Pemprov Sumsel dapat membantu dalam hal study kelayakan. Sementara mengenai pembebasan lahannya, merupakan tugas Pemkot Pagaralam dan Pemkab Lahat,” jelasnya.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN
EDITOR   : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com