Booking.com

Rehab Panti Jompo Tresna Werda Belum Maksimal

Panti Jompo Tresna Werda Lubuklinggau belum direhab total, untuk menjadi panti refresentatif dibutuhkan anggaran Rp 1,5- Rp 2 Miliar. | Foto : Sri Prades

Panti Jompo Tresna Werda Lubuklinggau belum direhab total, untuk menjadi panti refresentatif dibutuhkan anggaran Rp 1,5- Rp 2 Miliar. | Foto : Sri Prades

LUBUKLINGGAU – Wacana perbaikan fisik panti jompo Tresna Werda Lubuklinggau, memang terlaksana, namun sangat jauh dari kata maksimal. Pasalnya, anggarannya hanya Rp 200 juta pada APBD-Perubahan 2014 lalu.

Dengan pagu anggaran yang sangat kecil tersebut, Dinas Sosial Lubuklinggau, hanya mampu memperbaiki beberapa bagian kecil infrastruktur tempat hidup para jompo.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lubuklinggau, Indra Syafei menjelaskan, dengan dana Rp200 juta tersebut panti jompo baru direhab beberapa bagian kecil seperti kran-kran air, kamar mandi, kunci-kunci pintu yang rusak,dan membahayakan, pengecatan,kamar tidur.

“Rehab memang sudah dilakukan di 2014, tapi belum maksimal karena keterbatasan dana,” kata Indra Syafei kepada Kabar Sumatera kemarin.

Dijelaskan, rehab total seluruh bangunan termasuk program-program ke-jompoan memerlukan dana Rp1,5 – Rp2 Miliar. Jika dana ini terpenuhi barulah panti jompo tersebut representatif, baik fisik maupun program kejompoan.

Dengan dana tersebut, lanjut dia, tidak hanya fisik bangunan yang menjadi lebih baik, melainkan akan diprogramkan untuk kelas pengajian, senam, kegiatan belajar, kerajinan, sehingga para jompo tidak jenuh dalam melalui hari demi hari di panti.

“Kita bersabar saja dulu, saya yakin dan percaya Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, sangat konsen dan peduli sosialnya tinggi, hanya saja keterbatasan kemampuan keuangan kita,” terangnya.

Para jompo yang tinggal di panti jompo Tresna Werda Budi Luhur yang berada di Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I, saat ini kegiatan sehari-hari mereka hanya duduk diam,sholat, berkumpul dan sesekali nongkrong di pinggir jalan di depan panti.

Pantauan Kabar Sumatera,Rabu (15/1) sekitar pukul 09.30 WIB para jompo tengah asyik berjemur di depan teras kamar masing-masing dan ada juga yang nongkrong di pinggir jalan, seraya memperhatikan pejualan buah-buahan.

Untuk makan sehari-hari para jompo, sejak beberapa tahun terakhir ini, UPTD Panti Jompo Tresna Werda Budi Luhur, memesan makanan katering. Sehingga, setiap hari tak ada lagi aktifitas masak-memasak di dapur panti.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR    : FJ ADJONG

 

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com