Bupati Lahat Ingkar Janji, Ribuan Guru Ngaji Tak Dapat Insentif

Anak-anak Sedang Belajar Membaca Al-quran | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Anak-anak Sedang Belajar Membaca Al-quran | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Lahat – Bupati Lahat H.Saifudin Aswari Riva’I terpaksa menunda pemberian insentif kepada 2.300 guru guru mengaji pada semester ke-2 tahun 2014, dikarenakan takut bermasalah kembali.

Namun penghentian insentif oleh Wari, panggilan akrab Aswari, dinilai guru mengaji sebagai bentuk ingkar janji, tidak seperti yang dia janjikan sebelum menjadi bupati beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lahat, Jufrie, menjelaskan, sebelumnya dana insentif bagi guru mengaji tidak bermasalah sama sekali.

Namun pada tahun 2014 Bupati Lahat diperiksa tim kejagung RI terkait dana hibah, maka bupati tidak berani mencairkan kembali dana insentif tersebut.

Begitu juga untuk tahun 2015 ini, tidak ada sama sekali bantuan insentif bagi guru mengaji.

Namun untuk tahun 2016 mendatang, Jufri akan berusaha mengajukan kembali kepada Bupati agar melanjutkan pencairan dana insentif yang selalu diharapkan guru mengaji se-Kabupaten Lahat.

“Bukan bupati ingkar janji akan bantuan terhadap guru mengaji, tapi apa daya semua kekuasaan dipegang bupati, kalau pun kemarin tidak diperiksa tim Kejagung RI, bupati akan terus melanjutkan program tersebut,” katanya.

Jufrie berharap semua guru mengaji yang tercatat di BKPRMI Kabupaten Lahat agar sabar dan terus menjadi guru mengaji yang setia mengamalkan ilmu kepada santrinya walaupun tahun ini tidak ada bantuan insentif dari bupati.

“Semua harus sabar dan berdoa agar pada tahun 2016 dana insentif bagi guru mengaji akan cair kembali,” harap Jufrie.

Terpisah, Jefri, salah satu guru mengaji yang ada di Kabupaten Lahat kepada KS mengatakan, walaupun tidak ada dana insentif, dirinya bersama ustadz yang ada di TPA-nya akan terus mengamalkan ilmu yang ada.

Bagi Jefri, bantuan insentif tidak menjadi pengaruh dalam mengajarkan Al Quran kepada santrinya.

“Pada kampanye dan setiap kumpul di pendopoan, bupati menjanjikan kesejahteraan guru mengaji, namun saat ini Wari sudah ingkar akan janjinya tersebut, kami harapkan bupati bisa membuktikan dan menjalankan semua janji-janji yang pernah ia utarakan salah satunya insentif bagi guru mengaji,” jelasnya.

Jefri pun mengatakan, setidaknya bupati harus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru mengaji karena ia tidak bisa memenuhi janjinya tersebut.

“Jangan sampai seluruh guru mengaji bertanya-tanya akan dana insentif, wari harus turun dan menjelaskan kepada seluruh guru mengaji terkait tidak adanya dana insentif bagi guru mengaji pada semester 2 tahun 2014 dan tahun 2015,” ungkap jefri.

 

Teks     : Zumra J

Editor   : Fj Adjong

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *