2014, Polres Ungkap 431 Kasus Kriminalitas

polres-oi

Polres Ogan Ilir | Dok KS

INDERALAYA – Kepolisian Resort (Polres), Ogan Ilir mengklaim adanya penurunan tindak kriminalitas di wilayahnya sepanjang tahun 2014. Selain itu, adanya peningkatan ungkap kasus sebanyak 60 persen.

Meski demikian, ada sekitar ratusan kasus yang belum terungkap dan masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR), jajaran Polres Ogan Ilir.

Data yang terhimpun, sepanjang tahun 2014, angka kriminalitas mencapai 761 kejadian dan berhasil diungkap mencapai 431 kasus atau sekitar 62 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2013 lalu yang mencapai 1109 kasus.

Selain itu, dari jumlah tersebut, ada sekitar 475 kasus yang berhasil diungkap atau sekitar 40 persen.

Sementara itu, kasus narkoba pada tahun 2014 nampaknya cukup menonjol dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat, pada tahun 2014 ada sekitar 95 kasus dengan 70 tersangka.

Dibandingkan tahun 2013 lalu, kasus narkoba sekitar 42 kasus narkoba dengan 60 tersangka yang berhasil ditangkap dan diproses.

Begitu juga terhadap persoalan kecelakaan lalu lintas, Polres OI mampu menekan angka kecelakaan. Di tahun 2013 mencapai 168 kejadian, dan ditahun 2014 ini hanya mencapai 109 kejadian.

Hal itu artinya langkah petugas Polres dalam menegakkan disiplin berlalu lintas terhadap masyarakat sudah semakin baik.

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat mengatakan, pengungkapan kasus tersebut tidak Ini tidak terlepas dari upaya kita dalam melakukan pembinaan di intern kita maupun ditengah-tengah masyarakat, sehingga berbagai kasus dapat kita ungkap tahun ini hingga mencapai 62 persen,’’Ujar Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat dalam gelar perkara dan evaluasi selama tahun 2014 ini Kemarin

“Ya, ini tidak terlepas dari upaya kita dalam melakukan pembinaan bagi diintern kita maupun ditengah-tengah masyarakat, sehingga berbagai kasus dapat kita ungkap tahun ini hingga mencapai 62 persen,” ungkap Kapolres saat gelar perkara dan evaluasi selama tahun 2014, di Mapolres OI, Selasa (23/12), kemarin

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2024, pihaknya menerima puluhan senjata api (Senpi), rakitan dari masyarakat. “Kita berharap bagi masyarakat yang masih menyimpan senjata api, untuk menyerahkan kepada petugas kita secara baik-baik, sebelum diambil tindakan,’’ harap Kapolres.

Sementara itu, gelar perkara yang dilakukan kemarin, semua tahanan dari berbagai kasus kejahatan, mulai curat, curas , curanmor, narkoba dan berbagai kasus kriminalitas lainnya dihadirkan berikut barang bukti seperti senjata api (senpi) baik laras panjang maupun pendek termasuk sepeda motor hasil curanmor.

 

Teks   : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *