Persaingan Hotel di Kota Palembang Makin Ketat

Hotel Grand Zuri Palembang | Ist

Hotel Grand Zuri Palembang | Ist

PALEMBANG – Memasuki tahun 2015, diprediksi persaingan hotel di Kota Palembang semakin ketat, hal ini terlihat dengan banyaknya bermunculan hotel-hotel baru baik itu yang sudah beroprasi maupun yang masih dalam proses pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Reza Bram Adiguna, Food dan Beverage Manajer Grand Zuri Hotel Palembang mengungkapkan, dengan hadirnya hotel baru-baru di Kota Metripolis ini, pihaknya menyabut baik. Terkait dengan persaingan, sebagai hotel yang sudah berdiri selama limah tahun, Grand Zuri akan terus meningkatan pelayanan, servis terhadap tamu serta akan membenahi berbagai fasilitas yang ada di hotel.

“Kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas tamu seperti, kamar, kolam renang, spa, serta ruang meeting yang ada di hotel, hal ini agar dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung hotel,” ujarnya, Senin (22/12).

Apalagi pada 2015, Indonesia akan menghadapi Masayarakat Ekonomi Asean (MEA). Jadi untuk Sumber Daya Manusia (SDM) seperti, karyawan akan kita tingkatkan lagi kualitasnya. Sehingga para karyawan semakin profesional dalam melayani para tamu yang menginap di hotel.

“Kita sudah melakukan kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Palembang untuk meningkatkan kualitas SDM karyawan hotel,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait dengan akan ada rencana kenaikan Tarif Daya Listrik (TDL) pada awal Januari, pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk penyesuaian baik itu harga kamar maupun penggunaan fasilitas lainnya.

“Memang tantangan kedepan cukup berat, bukan saja dikarenakan akan naiknya TDL, namun kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan UMP di Sumatera Selatan (Sumsel) beberapa hari yang lalu juga sangat berdampak kepada hotel,” katanya.

Tak hanya kenaikan TDL, larangan pemeritah yang melarang dinas pemeritahan yang melakukan rapat di hotel juga sangat berdampak pada pendapatan hotel. Namun untuk mengatasi hal tersebut, saat ini pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahan swata maupun perorangan untuk mendongkrak pendapatan.

“Adanya larangan pemerintah untuk instasinya yang menggelar rapat di hotel jelas sangat berdampak, namun untuk mensiasati hal tersebut, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan perusahan swasta yang akan melakukan meeting maupun perorangan misalnya, akan melangsungkan kegiatan ulang tahun ataupun pernikahan,” ungkapnya.

Terkait dengan Asean Universy Game (AUG) yang di gelar kemarin, tingkatan hunian mencapai 90 persen untuk oficial maupun wasit sedangkan untuk tamu reguler sebesar menyumbang 10 persen. “Adanya event-event yang digelar di Palembang menjadi anggin segar tersendiri bagi pengusaha hotel,” tutupnya.

 

TEKS      : AMINUDDIN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *