Perkuat Penetrasi Kuliner

Rumah Makan Dito Management | Dok KS

Rumah Makan Dito Management | Dok KS

PALEMBANG – Ditto Management kembali melebarkan sayap dengan ekspansi cabang ke tiga Chicken Hammer Resto and Es Durian Soeta di Jalan Srijaya Negara, Bukit Palembang. Ekspansi cabang ini bertujuan untuk memperkuat penetrasi pasar kuliner, khususnya di Palembang.

“Ekspansi cabang ini merupakan request dari pelanggan kami. Sebelumnya kami lakukan survey dan alhasil Jalan Srijaya Negara merupakan lokasi strategis dengan segmentasi beragam, mulai dari masyarakat umum, karyawan hingga mahasiswa. Ini juga wujud representasi atas kecintaan terhadap kuliner,” ujar owner Ditto Management, Muhammad Ditto Anugerah, Senin (22/12).

Dia mengklaim bahwa Chicken Hammer Resto and Es Durian Soeta merupakan kuliner pertama di Palembang dengan mengandalkan ayam palu dan es durian. Untuk bahan baku, lanjut dia, khusus durian didatangkan dari dalam Sumsel meliputi Lintang, Lubuk Linggau, Kikim, Empat Lawang. Namun jika pasokan durian dalam Sumsel kosong, maka pihaknya mendatangkan durian dari Medan, Thailand dengan menggunakan kargo Garuda berkapasitas 200 kilogram per satu bulan.

“Pangsa pasar kuliner di Palembang ini memang sangat menjanjikan. Sejak pertama buka cabang di Jalan Soekarno Hatta, alhasil semakin banyak peminatnya. Rata-rata sekitar 100 pengunjung per hari, mulai dari pejabat, PNS, karyawan swasta, dan masyarakat umum,” jelasnya.

Di samping atas dasar representasi kecintaan terhadap kuliner, lanjut dia, ekspansi ini juga merujuk pada itikad baik membantu masyarakat Palembang melalui perekrutan karyawan.

Dalam satu cabang, kata dia, pihaknya mampu mempekerjakan sekitar 12 orang baik sebagai tim kualiti kontrol, memasak, dan lainnya. Melalui usaha ini pula, setidaknya pihaknya mampu membantu pemerintah dalam mengatasi dan meminimalisir tingginya angka pengangguran.

“Untuk cabang pertama ada di Jalan Soeta, kedua di Simpang Kedamaian Kenten dan cabang ketiga ada di Jalan Srijaya Negara. Untuk harga pun sangat terjangkau mulai dari Rp 11.000-Rp 17.000 per porsi makanan ayam hammer dan es durian Rp 16.000 per gelas,” jelasnya.

Ia menargetkan pendapatan dari cabang ketiga ini dikisaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per bulan atau sekitar Rp 5 juta per hari. Sedangkan pendapatan di cabang Soeta terealisasi diagregat 100 juta per bulan.

Didalam bisnis ini pula, lanjut dia, pihaknya juga menawarkan sistem waralaba atau bagi hasil dengan perbandingan marjin sekitar 40 – 60 persen dengan syarat investor cukup menyediakan tempat.

 

TEKS      : AMINUDDIN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *