Kepatuhan Warga Metropolis Rendah

Seorang pedagang melayani konsumennya sambil asik menghisap rokok di Benteng Kotu Besak (BKB), Palembang | Dok KS

Seorang pedagang melayani konsumennya sambil asik menghisap rokok di Benteng Kotu Besak (BKB), Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Walaupun sudah ada larangan merokok di beberapa tempat atau kawasan tanpa rokok (KTR). Namun, tingkat kepatuhan warga Metropolis yang merokok masih rendah.

“Tingkat kepatuhan masyarakat pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) masih rendah dengan angka 17 persen saja,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Anton Suwindro, Senin (22/12).

Anton mengatakan, perkembangan kesadaran perokok terbilang lamban. Hal itu disebabkan beberapa faktor, misalnya nikmatnya merokok, kecanduan dan lainnya.

“Memang agak sulit untuk menimbulkan kesadaran masyarakat. Tapi dengan angka 17 persen itu sudah menunjukkan perubahan,”katanya.

Anton menyebutkan, ada tujuh kawasan dilarang merokok, diantaranya lingkungan pendidikan, restoran atau rumah makan, perkantoran, rumah ibadah dan lainnya.

“Yang paling dominan pelanggaran adalah di restoran. Karena masih disediakannya asbak rokok. Seharusnya mereka buat ruang khusus bagi perokok,”sebutnya.

Ditanya soal sangsi, Anton menjawab, pihaknya masih bersikaf persuasif artinya teguran. Namun, apabila teguran tidak juga diindahkan oleh tempat usaha. Maka, pihaknya bisa mencabut izinnya.

“Kami lebih mengendepankan cara persuasif. Sekarang sudah mulai ada perkembangan yang baik,”akunya.

Anton mengaku, pihaknya rutin melakukan inspeksi ke 7 kawasan larangan merokok tersebut dengan cara menempel stiker larangan merokok.

“Hal itu harus terus dilakukan, sesuai Undang-Undang (UU) Kesehatan, bahwa masyarakat membutuhkan udara bersih. Apalagi, saat ini sudah bermunculan restoran dan hotel baru yang menjadi bidikan KTR,”bebernya.

Anton berharap, di tahun 2015 mendatang tingkat kesadaran perokok di Kota Palembang semakin meningkat. Sehingga, perokok pasif tidak akan menerima dampak negatif dari perokok aktif.

“Orang yang menghisap asap rokok lebih bahaya dari perokoknya. Oleh itu, kami harap mereka perokok bisa lebih meningkatkan kesadarannya,” katanya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *