Jangan Nodai Cintamu dengan Materi

Suasana seminar di RM Indah raso Palembang | Dok KS

Suasana seminar di RM Indah raso Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Syafrida SH, salah aktifis perempuan mengatakan, dalam membina hubungan rumah tangga yang diawali dengan cinta tidak boleh dinodai oleh materi. Meskipun, cinta itu tetap saja membutuhkan biaya.

“Jika seorang laki-laki cinta kepada perempuan, tetapi mau menafkahi, percuma saja. Ini Bukan masalah matre atau tidak, namun memang kebutuhan dalam rumah tangga,” ujarnya dihadapan puluhan peserta seminar sehari pendidikan pra nikah dalam rangka memperingati hari Ibu, selasa (22/12/2014) di RM Indah raso Palembang.

Pada acara seminar yang mengusung tema “Mempertegas Peran dan Fungsi Perempuan Sebagai insan Pembina dan Pendidikan dalam bingkai Keluarga” ini Syafrida mengatakan jika ingin membina rumah tangga yang baik, Syafrida menyarankan agar tidak keluar dari koridor Islam. “Maka jagalah cinta, agar jangan keluar dari koridor Islam, supaya tidak mengalami kesukaran,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Syafrida juga menyebutkan, masa-masa pacaran sebelum memasuki fase berumah tangga merupakan sangat rentan dan tidak dapat dihindari sifat sifat seperti memandang pasangan dengan syahwat, berduaan (mojok), pegang pegangan, pelukan, bahkan berzina. “Tidak ada yang bisa menjamin itu tidak terjadi, dan yang terjadi fakta di lapangan memang itu terjadi,” katanya.

Menurut Syafrida, bagaimana mengendalikan cinta agar dapat terjaga? Sebaiknya jika seseorang jatuh cinta harus kembali pada hakikat cinta, untuk tidak dinodai oleh nafsu. Meskipun Syafrida menyadari, sering kali manusia bisa berubah dan bisa melakukan apa saja “Nah yang mengendalikan hanya karena dengan aturan, dan disnilah Islam mengaturnya. “Posisikan cinta pada tempatnya, menahan pandangan, menjaga pergaulan, jangan mendekati zina,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Solikha Yulia Rohman, menjelaskan, tujuan acara yang digelar Kohati HMI Cabang Palembang ini guna memberikan pemahaman kepada peserta agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga kelak dalam bingkai koridor Islam. “Minimal dapat membekali manusia khususnya kaum perempuan ke depan, supaya dapat menjadi pendidik atau pembinan anak anaknya kelak sebagai generasi yang Islami,” ungkapnya.

 

TEKS      : ARDHY FITRIANSYAH
EDITOR  : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *