Enam Polisi Terlibat Narkoba

polisi

Ilustrasi polisi | Dok KS

INDERALAYA – Virus Narkoba nampaknya sudah merambah kepada oknum penegak hukum di Kabupaten Ogan Ilir.

Dari catatan pihak Kepolisan resort (Polres), Ogan Ilir (OI), sepanjang tahun 2014, ada sekitar enam oknum anggota di jajaran Polres OI terlibat narkoba. Satu diantaranya saat ini sedang dalam proses pidana
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat dalam acara penandatanganan nota kesepakatan tidak terlibat narkoba anggota Polres OI dan jajaran, di Gedung Serbaguna Polres Ogan Ilir, Senin (22/12) kemarin.

“Ya, sepanjang tahun ini, ada enam anggota yang terlibat narkoba, satu diantaranya diproses pidana. Itu semua kasus lama,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Kapolres, pihaknya melakukan acara penandatanganan kesepakatan tidak terlibat narkoba.

“Yang terlibat lagi akan dikenakan sanksi disiplin, kode etik, pidana, hingga pemecatan,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh anggota Polres Ogan Ilir harus melayani dan mengayomi masyarakat. “Maka dari itu, anggota harus membenahi diri sendiri dan lingkungan, agar masyarakat lebih percaya kepada Korps Kepolisian,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk lepas dari jeratan narkoba, sangatlah sulit, bahkan super sulit. “Meskipun demikian kita harus tetap melepaskannya. Karena, kalau sudah mengkonsumsi barang haram ini, kinerja kita jadi rusak. Narkoba adalah musuh kita semua, bahkan musuh dunia,” ucapnya.

Pihaknya juga menilai, adanya hukuman mati yang dilakukan presiden RI, Joko Widodo terhadap bandar narkoba besar, pihaknya menyambut baik.

“Ini bisa meminimalisir peredaran narkoba di Indonesia. Untuk itu, kita juga melakukan tindakan tegas kepada pelaku narkoba ini,” katanya.

Dalam penandatanganan tersebut, secara simbolis dilakukan Kabag Ops Kompol Dwi Utomo, Kapolsek Inderalaya Iptu Roby Sugara, Kapolsek Tanjung Raja AKP, Zaldi dan Kapolsek Pemulutan Iptu M Ali Asri.

 

Teks   : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *