Dicuri dan Dirusak, Fasilitas Publik Kacau Balau

PALEMBANG – Kepala Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) Palembang, Alex Fernandus menyebutkan, tingkat kehilangan fasilitas publik terutama lampu hias masih tinggi.

“Meskipun sudah sering di beri himbauan, baik melalui media massa maupun sosialisasi dari tingkat RT, Kelurahan hingga Kecamatan. Namun, tingkat kehilangan lampu hias di Palembang masih terbilang tinggi,” ungkapnya, Senin (22/12).

Kata Alex, pihaknya sangat menyayangkan prilaku buruk oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab tersebut. Padahal sebutnya, fasilitas publik seperti lampu jalan itu untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Prilaku buruk masih saja terjadi, contohnya lampu hias yang ada Simpang 5 angkatan Jalan Angkatan 45 Palembang. Di sana di pasang lampu hias bentuk apel, tapi belum beumur satu bulan sudah banyak yang hilang,” keluhnya.

Alex menyebutkan, lokasi rawan kehilangan terhadap fasilitas publik itu seperti, di pelataran benteng kuto besak (BKB), taman bermain anak-anak, dan lainnya.

“Intinya di tempat keramaian, pasti rawan kehilangan. Misalnya, di BKB, lampu lampion yang sudah terpasang sudah hampir tidak ada lagi, karena banyak yang dipecahkan dan dicuri,”sebutnya.

Tegas Alex, bagi masyarakat yang kedapatan melakukan pencurian fasilitas publik, pihaknya tidak segan-segan untuk menindaknya.

“Kami akan serahkan kepada pihak kepolisian. Karena fasilitas publik itu diadakan dari uang rakyat,”katanya.

Alex menghimbau, bagi seluruh masyarakat Palembang untuk selalu menjaga aset daerah. Jangan malah dirusak atau dicuri.

“Mari kita jaga aset daerah. Kami berharap, kesadaran masyarakat Palembang pentingnya menjaga fasilitas publik tumbuh,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, Tatang DK Direja mengatakan, pihaknya setiap hari, rutin melakukan patroli, untuk memantau tempat-tempat fasilitas publik. Seperti di Jakabaring, Kawasan BKB, Taman Polda, dan tempat lainnya.

“Kami patroli mulai pukul 16.00-22.00 WIB, tidak mungkin kami harus menjaganya 1 kali 24 jam, karena keterbatasan personil kami,”katanya.

Menurut Tatang, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak DPJPP Palembang untuk selalu memantau taman-taman yang ada di Palembang.

“Namun, untuk melakukan pemantauan itu, kami tidak bisa banyak menurukan personil, hanya 10-20 personil saja,”katanya.
Ujar Tatang, jika ada pencuri yang tertanggap tangan sedang mengutil, pihaknya segera menyerahkannya ke pihak kepolisian.

“Ini sudah berkaitan dengan pidana, jadi kita serahkan kepolisi,”tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *