Tikungan Lubuk Bedegung Butuh Pengaman

Tikungan Lubuk Bedegung berbahaya karena kurangnya fasilitas pengamanan. | Foto : Siswanto

Tikungan Lubuk Bedegung berbahaya karena kurangnya fasilitas pengamanan. | Foto : Siswanto

MUARAENIM – Warga sekitar objek wisata Bedegung di Kecamatan Tanjung berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan fasilitas pengaman di jalan utama menuju obyek wisata Bedegung, karena akan sangat membahayakan pengguna jalan.

Warga setempat menyebutnya tikungan Lubuk Bedegung yang terletak di Dusun II Desa Bedegung, itu terdapat tikungan sangat berbahaya di jalan utama menuju obyek wisata Bedegung Kecamatan Tanjung Agung. Padahal jalan tersebut adalah jalan satu-satunya menuju obyek wisata kebanggaan kabupaten ini.

Pantauan Kabar Sumatera, kemarin (21/12), bantaran berupa tebingan sungai sepanjang kurang lebih 70 meter itu kondisinya masih seadanya. Tidak dipasang plat sebagai pembatas sebagai rambu-rambu jalan.

Warga mengkhawatirkan tempat tersebut bisa membahayakan pengguna jalan yang melintas. Karena tidak ada pembatas antara tebing sungai dengan jalan raya. Selain itu, jalan yang sempit juga sering membuat lalu lintas macet pada saat pengunjung obyek wisata bedegung tengah ramai.

“Seperti pada perayaan tahun baru besok, obyek wisata air terjun bedegung pasti ramai pengunjung. Sehingga dijalan utama ini macet total. Sedangkan, ditikungan lubuk bedegung itu sangat membahayakan pengguna jalan,” tutur Dinata (40), warga Desa Indramayu, Kecamatan Tanjung Agung.

Menurutnya, di tempat tersebut membutuhkan plat sebagai pembatas jalan. Ditempat tersebut juga harus dibangun bronjong untuk menahan tebingan jalan supaya tidak ambrol.

Bencana tersebut sangat dikawatirkan warga sekitar. Mereka kawatir suatu saat tebing bisa ambrol akibat air sungai meluap dan dinding sungai tak mampu menahan air.

“Memang sebaiknya dibuat semacam bronjong yang kuat untuk mecegah longsor atau tebing ambrol. Warga kawatir sekali jika jalan ini putus dan aktivitas warga sekitar bisa lumpuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Bedegung, Helmi, ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, membenarkan tikungan Lubuk Bedegung tersebut sangat membahayakan pengguna jalan.

Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di tempat tersebut yang diakibatkan pengguna jalan kurang waspada.

“Memang benar di tempat itu berbahaya dan bisa membuat pengguna jalan celaka jatuh ke sungai. Selain itu, dinding sungai juga terus tergerus air sungai yang meluap. Memang sebaiknya dibuat bronjong untuk menahan dinding sungai ambrol,” terangnya.

Ditambahkan, melalui program desa, pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten Muaraenim. Menurutnya, masyarakat sangat berharap sekali kepada pemerintah supaya bisa memperbaiki akses jalan utama menuju obyek wisata Bedegung tersebut.

“Nanti kita usulkan kembali untuk di perbaiki ataupun dibuat pagar pengaman jalan. Warga memang sudah lama mengeluhkan hal ini,” terang kades.

Dirinya mengingatkan, kepada warga maupun pengguna jalan tersebut supaya berhati-hati. Di tempat itu, jalan masih sangat sempit dan tidak ada marka pembatas jalan dengan sungai.

“Kita imbau saja kepada semua pengguna jalan untuk waspada ketika berada di tikungan jalan tersebut. Mudah-mudahan nanti dapat bantuan perbaikan,” ucapnya.

 

TEKS      : SISWANTO

EDITOR   : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *