Raker Tanpa Dihadiri Ketua, Pengurus Taekwondo Sumsel Bergejolak

Raker Pengprov Taekwondo Sumsel di buka oleh Asisten II  Pemkab OI Wilson mewakili Bupati OI. | Dok KS

Raker Pengprov Taekwondo Sumsel di buka oleh Asisten II Pemkab OI Wilson mewakili Bupati OI. | Dok KS

INDERALAYA – Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Sumatera Selatan (Sumsel) nampaknya sedang bergejolak. Pasalnya, Rapat Kerja (Raker) Pengprov Sumsel yang dilaksanakan di Gedung LPMP, Asrama Bougenvile, Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) tanpa dihadiri langsung oleh Ketuanya Darusman Usman.

Raker ini sengaja dilaksanakan untuk meminta pertanggungjawaban Darusman Usman selaku Ketua Pengprov Taekwondo Sumsel, terhadap keuangan dan kinerjanya yang dinilai selama kepemimpinan Darusman Usman priode 2013-2017 vakum.

Raker sendiri dibuka langsung oleh Bupati OI diwakili Asisten II Pemkab OI, Wilson. Hadir dalam acara tersebut mantan Ketua Pengprov Taekwondo Sumsel, Suparman Roman, mantan ketua DPRD OI Iklim Cahya.

Raker juga dihadiri 11 ketua Pengurus Pengkab, Pengkot  Taekwondo se Sumsel, seperti Muara Enim, Lahat, OKU Selatan, OKU Induk, Banyuasin, OKU Timur,  Pali dan OI.

Mantan Ketua Pengprov Taekwondo Sumsel, Suparman Roman, mengatakan, Raker tersebut memiliki legalitas, meski tanpa dihadiri Darusman Usman sebagai Ketua.

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan ketidakhadiran Darusman Usman. Ini perlu disikapi secara bijak, dan pusat harus mengetahuinya. Makanya kita tunggu hasil rakerda ini, apakah akan dilaksanakan Musyawarah Luar biasa (Musdalub) atau cukup karetaker,” kata Suparman Roman, kemarin.

Wakil Ketua III Pengprov Taekwondo Sumsel, Panca Satria Putra didampingi salah satu pengurusnya Yogi Vitagora mengatakan, raker ini sengaja dilaksanakan untuk meminta pertanggujawaban Ketua Darusman Usman.

Menurutnya, sejak dilantik pada 2013 lalu dan sudah berjalan 1,6 bulan ini belum pernah dilaksanakan rapat atau sejenisnya, sehingga terkesan vakum.

Lanjutnya, tidak ada aktifitas yang dilakukan ketua, termasuk menyangkut soal keuangan juga tidak jelas.

“Inilah mengapa raker ini kita gelar, kita ingin melakukan evaluasi kinerja Pengprov Taekwondo Sumsel, dan meminta pertanggungjawaban ketua baik kinerjanya maupun keuangannya, aturan sudah jelas raker harus dilaksanakan setiap setahun sekali. Tapi ini sudah memasuki 1 tahun 6 bulan, belum pernah dilaksanakan rapat, mirisnya raker hari ini tidak dihadiri ketua langsung,” kata Panca dan Yoga.

Padahal lanjutnya, surat pemberitahuan untuk dilaksanakan raker sudah tiga kali disampaikan dengan ketua, yakni  pada 2 Mei 2014 telah membuat surat mosi tidak percaya dari pengkab dan  pengkot Taikwondo se Sumsel.

Lanjutnya, pada 27 Nopember 2014 dilayangkan surat permohonan kepada Ketua untuk dilaksanakan raker, namun tidak ada tanggapan.

“Lanjutnya, pada 18 Desember 2014 kembali surat disampaikan kepada Ketua Darusman, juga tidak ada tanggapan hingga akhirnya raker tetap dilaksanakan hari ini (Kemarin), tanpa dihadiri ketua Darusman Usman,” paparnya

Darusman Usman ketika dihubungi Via Handphonenya dalam kondisi aktif, namun tidak diangkatnya, begitu juga di kirim sms, tidak juga di balasnya.

Sementara hasil raker menghasilnya kesimpulan akan dilaksanakan Musyawarah Luar Biasa (Mudalub), dengan berbagai pertimbang, dimana Organisasi Taekwondo Sumsel ini, telah dikerdilkan oleh Darusman Usman, sehingga tidak ada kemajuan dan berkembang dengan baik.

Contoh atlet Taekwondo  dari Muara Enim ketika akan berangkat untuk mengikuti kerjunas, tidak mendapat izin alias restu dari Darusman Usman. Ini sudah menunjukkan telah mengkerdilkan organisasi,’’ ujar Panca Santri didampingi Ketua Pengkab Taekwondo OI Arda Munir SH.

 

Teks     : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *