Prilaku Buruk Oknum Penegak Hukum

PALEMBANG – Proses penilangan yang dilakukan pihak kepolisian, nampaknya tidak sesuai prosedur. Pasalnya, ada saja tingkah oknum yang melakukan penilangan tapi tetap meminta “uang” kepada masyarakat yang ditilang.

Salah seorang warga Metropolis yang di tilang, Ican (28) mengatakan, ketika ia disetopi polisi langsung ditilang. Kemudian, polisi yang bertugas langsung meminta sejumlah uang kepadanya.

“Saya ditilang di simpang empat Tanjung Api-api, ketika saya ditilang polisi langsung menanyakan mau damai atau ditilang ? tapi saya memilih ditilang saja,”ungkap pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta ini.

Ican berharap, apabila pihak kepolisian benar-benar ingin menegakkan keadilan. Ia berharap dilakukan sebenar-benarnya.

“Saya cari uang itu bekerja keras, bukan jatuh dari langit. Saya tidak ikhlas dunia akhirat,”katanya.

Hal serupa diungkapkan masyarakat yang ditilang lainnya, Murod (34) mengatakan, ia selaku sopir truck sudah sering ditilang polisi tanpa alasan yang jelas.

“Kami tidak mengerti hukum. Tiba-tiba distop dan dimintai sejumlah uang, karena kami ingin cepat terpaksa saya berikan saja Rp 100-Rp 200 setiap ditilang,”katanya.

Sementara itu, salah seorang petugas yang berjaga di pos polisi simpang TAA, Tan Malaka membantah adanya “pemalakan” kepada para sopir maupun pengendara lainnya. Menurutnya pihaknya sudah bekerja sesuai aturan.

“Kami hanya membantu, bukan mintai uang kepada pelanggar lalu lintas. Kami sudah menjalankan tugas kami,”katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Palembang, saat dikonfirmasi melalui telpon sesular, tidak mengangkat. Begitu juga saat di SMS.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *