Jelang ISL 2015, Presiden SFC Berharap Suporter Bersatu

Suporter SFC Singa Mania selalu memadati TRIBUN di setiap pertandingan dan terlihat kompak mendukung TIM ke sayangan mereka.Foto : Bagus Kurniawan//KS

Suporter SFC Singa Mania selalu memadati TRIBUN di setiap pertandingan dan terlihat kompak mendukung TIM ke sayangan mereka.Foto : Bagus Kurniawan//KS

Palembang – Untuk menatap kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan, PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC terus berupaya menuntaskan kisruh yang tidak pernah usai antar sesama kelompok suporter SFC.

Padahal, suporter menjadi salah satu elemen yang cukup penting sebagai pemain keduabelas bagi sebuah klub. Tak jarang sorakan dan dukungan suporter di stadion akan menambah jiwa juang para pemain saat melakoni pertandingan

Karena itu, pada pertemuan antara PT SOM dan tiga kelompok suporter SFC (Singa Mania, S-Man, Simanis Ultras) yang berlangsung di Griya Agung, Minggu (21/12), Presiden klub SFC Dodi Reza Alex meminta agar para suporter bisa bersatu untuk mendukung SFC meraih gelar juara musim mendatang.

“ISL musim depan akan segera bergulir, jadi seluruh suporter bersatulah, musim depan harus menjadi semangat baru buat kita bersama demi kejayaan Sriwijaya FC,” kata Presiden Club Sriwijaya FC Dodi Reza Alex.

Menurut Dodi, memiliki pemain berkualitas dan disegani klub-klub raksasa di ISL bukan sebuah jaminan bisa menjadi juara. Jika elemen-elemen yang ada di SFC tidak bersatu.

“Semua persoalan internal dimasing-masing suporter harus diselesaikan sendiri dan buanglah masalah lalu. Kita berpikir kedepan, masukan mencari lagu suporter Sriwijaya FC sangat bagus untuk menjadi momen persatuan. Sedangkan persoalan tiket suporter, skretariatan suporter akan kita bicarakan lagi. Intinya semua masukan hari ini akan saya akomodir, penting kita satu untuk menatap musim kompetisi baru,” urainya.

Sementara itu, Ketua Suporter  Singa Mania, Hendri Zainuddin mengatakan, agar keharmonisan antarsuporter bisa terjalin dengan baik, kedepan ia berharap ada agenda pertemuan para kelompok suporter.

Sedangkan, lanjutnya, untuk warna baju kelompok suporter menjadi alternatif kedua ketika semua kelompok suporter bisa duduk bersama dan menjadi rukun.

“Strategi pendekatan suporter kedepan harus ada kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh setiap suporter. Dengan demikian semuannya bisa datang berkumpul bersama dan menjalin hubungan harmonis. Agenda pertemuan para kelompok suporter menjadi solusi agar hubungan keeratan antarsuporter terjalin,” ujarnya.

Ditempat yang sama, ketua suporter Sriwijaya Mania, Eddy Ismail menuturkan, mendirikan skretariat suporter merupakan salah satu solusi penting untuk menyatukan suporter. Menurutnya untuk menjalin silaturahim antarsuporter perlu dibuatkan base camp khusus suporter.

“Bagaimana bisa bertemu dan berkumpul suporter itu harus ada kesekretariatan jadi tidak pecah-pecah disetiap sub-sub korwil. Apabila mau sewa semua kelompok suporter tidak punya uang karena biaya ruko sangat mahal. Itu harus menjadi pemikiran manajemen agar kita bisa dibantu. Kalau ada base camp kita bisa berkumpul dan juga bisa menjamu suporter tamu dari luar,” tandasnya.

 

Teks      : Iqbal

Editor    : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *