DPRD Sumsel Evaluasi Sejumlah Proyek

DPRDPALEMBANG – Komisi IV DPRD Sumsel akan melakukan evaluasi sejumlah proyek yang ada di Provinsi (Sumsel). Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Edward Jaya. Pihaknya menurut Edward akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi seperti jalan yang dilalui angkutan angkutan batubara dan juga lingkungan hidup.

“Kita akan turun langsung. Kita akan evaluasi kenapa angkutan batubara di jalan umum padahal sudah ada jalan khusus, kenapa getah karet turun. Selain itu sejumlah proyek tahun jamak juga akan di cek, sudah berapa persen pengerjaannya,” ujar Edward Jaya, (21/12).

Menurut Edward, karena pihak DPRD baru mulai bekerja, harapannya akan juga meninjau ke lapangan dan melakukan cross cek, untuk melihat sejauh mana proyek fly over Jakabaring , Under Pass dan lainnya. Sebab, semua itu proyek tahun kemarin, dilaksanakan dengan tahun jamak. Jangan sampai di Desember ini belum selesai. Jangan sampai ada kendala-kendala yang menhambat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumsel akan menerapkan pembiayaan proyek-proyek jembatan dengan kontrak tahun jamak. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumsel, Rizal Abdullah mengatakan, pendanaan dengan sistem kontrak tahun jamak (multiyears contract) itu untuk membuat proyek lebih cepat terealisasi. “Kami ingin setiap pembangunan jembatan harus multiyears contract, agar proyek jangan sampai terbengkalai,” tegasnya sembari menambahkan, salah satu proyek yang akan dibangun pemprov Sumsel pada tahun depan adalah jembatan Musi VI. Jembatan itu ditaksir membutuhkan dana sekitar Rp300 miliar hingga terealisasi.

Rizal menambahkan, pembangunan proyek dengan kontrak tahun jamak bisa menghindari hambatan tender ulang. Salah satu proyek yang harus menerapkan tender ulang adalah pembangunan jembatan layang simpang Jakabaring, Kota Palembang.

Menurut Rizal, Pemprov Sumsel akan mengalokasikan anggaran senilai Rp40 miliar pada tahun ini untuk pembangunan Musi VI. Dana tersebut disbeut Rizal, merupakan dana awal untuk pembangunan di luar pembebasan lahan. Saat ini, lanjutnya, pembangunan Jembatan Musi VI sudah masuk tahap awal berupa studi analisis mengenai dampak lingkun lingkungan (amdal) yang dilakukan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Jembatan yang bertujuan mengurai kemacetan di ibu kota Sumsel itu, menurut Rizal akan dibangun sepanjang 250 meter. “Jembatan itu akan menghubungkan Jalan Makrayu Kecamatan Ilir Barat II ke Jalan Wahid Hasyim Kecamatan Seberang Ulu I. Pemprov menargetkan jembatan bisa beroperasi pada 2017,” tegasnya.

 

TEKS      : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *