Dishub Tindak Tegas Sopir Bandel

Ilustrasi Petugas Dishub saat Menguncu Roda Kendaraan yang Parkir sembarangan di Pinggir Jalan | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Petugas Dishub saat Mengunci Roda Kendaraan yang Parkir sembarangan di Pinggir Jalan | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Adanya keluhan masyarakat terkait seringnya angkutan kota (angkot) dan bus kota yang berhenti sembarangan dan menarik penumpang di pinggir jalan yang memicu kemacetan di Metropolis, di tanggapi serius oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang.

Kabid Transportasi Jalan dan Rel Dishub Palembang, Agus Supriyanto mengatakan, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, sudah jelas melarang angkot maupun bus kota berhenti semberangan dan ngetem di lampu merah.

“Sudah sering kami berikan himbauan, tapi masih saja sopir tersebut berbuat hal yang sama. Kedepan pengawasan dan penindakan akan kami tingkatkan,”ungkapnya, saat dihubungi, Minggu (21/12).

Menurut Agus, bagi kendaraan yang membadel dan memenuhi ketentuan yang berlaku terkait izin trayek, dan kelayakan bus akan dikandangkan.

“Sudah banyak bus kota yang tidak diperpanjang izinnya trayeknya. Karena sudah tidak layak lagi beroperasi, takutnya membahayakan penumpang,” katanya.

Sambung Agus, dengan tidak memperpanjang izin trayek bagi bus kota tidak layak beroperasi tersebut merupakan sebagai tindakan tegas pihaknya.

“Wali Kota Palembang mengharapkan, tahun 2015 Palembang harus bebas dari bus kota. Sehingga masyarakat bisa menggunakan transportasi yang layak,”katanya.

Agus menyebutkan, dengan adanya kemacetan di Myropolis, sebenarnya pihak kepolisian sudah menindakannya. Mulai dari mengusir dan memerintahkan sopir angkot maupun bus meneruskan perjalanannya sampai menjatuhkan tilang.

“Begitu juga dengan petugas Dishub yang patroli di jalan-jalan protokol di Palembang. Banyak, kendaraan yang dikunci gembok akibat memarkirkan kendaraannya sembarangan,”sebutnya.

Agus berharap, kepada para sopir untuk mentaati aturan yang ada, jangan malah membuat kesemberautan kota. Selain itu, kepada para penumpang bus maupun angkot, jangan memberhentikan sopir di sembarang tempat.

“Karena hal tersebut bisa menimbulkan kemacetan dan menyebabkan kecelakaan,” katanya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *