“Desa Belum Siap Terima Anggaran Besar”

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) menilai, hampir seluruh perangkat desa di bumi saling keruani sangi kerawati belum siap mengelola anggaran besar.

Buktinya, hingga pekan ke tiga Desember 2014, belum satu pun desa di Empat Lawang menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan gubernur (Bangub).

“Bangub saja belum ada laporan pertanggungjawaban, apalagi nanti harus buat rancangan anggaran belanja (RAB) serta penganggaran dana desanya,” jelas Kepala BPMPD Empat Lawang H Aminudin Bahar, kemarin.

Oleh sebab itu, sebut Aminudin, mulai 2015 sistem pengelolaan anggaran desa akan didampingi konsultan. Karena anggaran dana desa (ADD) yang dikelola bisa mencapai Rp1 miliar, akan berdampak negatif jika tak dikawal orang berpendidikan atau setingkat sarjana profesional pendamping desa.

Mengenai tekhnisnya kata Aminudin, nanti silakan desa mengatur sendiri anggarannya, termasuk penunjukan siapa pendamping atau konsultan mereka.

“Mulai dari sekaranglah, desa mencari siapa pendamping mereka dalam pengelolaan anggaran. Harus profesional dan bertanggungjawab terhadap tugasnya,” kata Aminudin.

Menurut dia, siap atau tidak siap tetap harus dijalankan, kalau tidak sanggup, ya lepaskan jabatan sebagai kades atau perangkat desa.

Lebih jauh Aminudin menjelaskan, pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) paling lambat akan digelar April 2015. Nah, bagi semua desa nantinya akan diisi pejabat (Pj) kades dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik itu dari sekretaris desa, staf di kecamatan bahkan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pengisian ini dilakukan hingga kades definitif dan kepengurusan terbentuk.

“Kita tekankan, perangkat desa harus diisi minimal lulusan SMA. Jika memungkinkan ada sarjana, tak ada lagi yang tamatan SMP,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri menegaskan, ke depan kepala desa harus profesional. Jangan hanya mengejar jabatan saja, namun benar-benar siap dalam pengelolaan anggaran desa.

“Saya ingin kades profesional dan bisa bekerja, bukan cuma cari jabatan saja. Sebab, pengelolaan anggaran kedepan lebih rinci dan besar,” jelas HBA.

Orang nomor satu di Empat Lawang ini pun mengimbau, agar masyarakat bisa memilih kades yang tepat dan mampu bekerja.

“Yang memilih nanti masyarakat, carilah kades yang bisa bekerja,” tukasnya.

 

TEKS     : SAUKANI

EDITOR  : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *