Sopir Bus “Ngetem”, Jalan Macet

Ilustrasi Angkutan Umum | Dok KS

Ilustrasi Angkutan Umum | Dok KS

PALEMBANG – Kebiasaan buruk bus kota maupun angkutan kota (angkot) yang berhenti sembarangan dan menarik penumpang di pinggir jalan, menjadi salah satu pemicu kemacetan. Bahkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (lalin) di Metropolis. Hal itu dikeluhkan pengguna kendaraan.

Salah seorang warga yang biasa melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Iwan (31) mengatakan, kelakuan buruk sopir angkot dan bus kota itu, karena lemahnya pengawasan. Seharusnya, pihak Polisi maupun Pemerintah cepat tanggap mengatasi permasalahan seperti itu.

“Jalan Sudirman, khususnya depan Pasar Cinde sering macet. Karena banyak bus kota yang ngetem,” ungkap pria satu orang anak ini, saat dibincangi, Jumat (19/12).

Menurut Iwan, apabila keadaan demikian terus dibiarkan tanpa pengawasan ketat, bisa dipastikan Palembang semakin macet. Bahkan seperti ibu kota Jakarta.

“Tindak tegas mereka (sopir). Misalnya dengan denda uang yang besar. Sehingga ada efek jera bagi para sopir yang nakal,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan pengendara lainnya, Apriyan (45) mengatakan, jalan protokol yang ada di Palembang sudah menjadi langganan macet. Contohnya, Jalan Merdeka, disana banyak angkot yang biasa memperlambat laju kendaraannya, tepatnya di di simpang lampu merah. Parahnya lagi, sopir ngetem di persimpangan tersebut sampai 10 menit. Yang mengakibatkan pengendara di belakangnya tidak bisa melaju.

“Polisi atau Dinas Perhubungan (Dishub) harus cepat menyelesaikan masalah ini, jangan di diamkan saja, para sopir yang mengganggu lalu lintas,” ucapnya.

Sementara itu, Sopir angkot jurusan Kertapati-Ampera, Wahid mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan hal itu. Karena, untuk mendapatkan penumpang.

“Kalau tidak seperti itu, kami tidak dapat penumpang, kami sadar kalau itu membahayakan pengendara dibelakang,” katanya.

Dia berujar, jika disedikan tempat pemberhentian angkot atau bus kota seperti halnya halte Transmusi, pasti hal itu tidak terjadi. Katanya, sampai kapanpun hal itu tetap terjadi jika tidak ada solusi.

“Kami juga harus kejar setoran kepada pemilik angkot. Jangan hanya dikritik, tapi berikan solusinya,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR    : RINALDIU SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *