Pesangon Eks Karyawan Transmusi Molor

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu berujung pada pemecatan beberapa karyawannya | Dok KS

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu. | Dok KS

PALEMBANG – Puluhan massa eks karyawan Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi untuk kesekian kalinya mendatangi kantor PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), di komplek Palembang Trade Center (PTC), Jumat (19/12). Puluhan massa tersebut menuntut agar pesangon yang belum dibayarkan oleh manajemen PT SP2J segera dibayar.

“Kami ingin mengambil hak kami. Karena, sesuai janji Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang beberapa waktu lalu, pesangon kami akan dicairkan 19 Desember 2014 ini,” ungkap, perwakilan eks karyawan BRT Transmusi, Juliansyah, Jumat (19/12).

Ungkap Juliansyah, pihaknya sudah melakukan komunikasi yang baik dengan pihak Pemkot Palembang maupun PT SP2J untuk segera membayarkan pesangon pihaknya. Namun, sebutnya, tidak ada etikat baik dari Pemkot selaku pemilik PT SP2J.

“Kami hanya menuntut hak kami. Kami sudah dipecat sepihak,” keluhnya.

Menurut Juliansyah, pihak Pemkot Palembang telah ingkar janji, pasalnya pembayaran pesangon baru akan dilaksanakan paling lambat 30 Desember 2014 mendatang.

“Diundur lagi sampai 30 Desember,” ujarnya.

Tapi, walaupun demikian, sambung Juliansyah, pihaknya bisa bernafas lega. Karena, pesangon akan disesuaikan masa kerja karyawan.

“Kalau saya gajinya Rp 2,6 juta per bulan dengan masa kerja 3,5 tahun. Maka akan dibayarkan 3,5 di kalikan gaji per bulan. Tapi, besaran yang akan diterima mantan karyawan BRT Transmusi berbeda, sesuai masa kerjanya,”bebernya.

Juliansyah berharap, pihak Pemkot Palembang tidak ingkar janji. Karena, hal itu berkaitan dengan 200 lebih karyawan yang telah dipecat manajemen PT SP2J.

“Insya Allah tidak ingkar janji, karena pernyataan itu ditandatangani di atas materai 6000,” ulasnya.

Direktur Operasional PT SP2J, Ahmad Nopan mengatakan, tidak semua karyawan transmusi dipecat. Melainkan hanya sebagian saja. Pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak Pemkot Palembang untuk membayar pesangon mantan karyawan Transmusi.

“Sesuai kesepakatan. Pesangon akan kami bayar tanggal 30 Desember ini, pesangon di bayar sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Nopan menambahkan, bagi mantan karyawan yang berniat untuk memajukan perusahaan, pihaknya mempersilahkan untuk mengajukan lamaran kembali.

“Nanti akan kami seleksi. Kami tidak mau lagi menemukan, ada karyawan yang maling seperti dulu,” disampaikannya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *