Pembobol Bank Danamon Terekam CCTV

Ilustrasi CCTV | Ist

Ilustrasi CCTV | Ist

LUBUKLINGGAU – Kawanan pembobol Bank Danamon simpan pinjam di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Jumat (19/12) sekitar pukul 03.05 WIB, sempat terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) kantor tersebut.

Dalam aksinya, kawanan maling yang diperkirakan berjumlah empat orang ini, gagal menguras isi brankas yang terdapat uang sebanyak Rp360 juta dan sejumlah dokumen sertifikat milik nasabah.

Setelah membuka pintu besi brankas yang digembok, pencuri tak sempat membuka kunci brankas utama sehingga urung menggondol uang dan meninggalkan Bank melalui pintu atas yang berada di lantai tiga.
Para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang dengan memakai penutup sebo terekam di Closed Circuit Television (CCTV) kantor tersebut lengkap membawa peralatan seperti gunting besi.

Dari informasi dihimpun menyebutkan, peristiwa pembobolan diketahui setelah alarm HP yang terkoneksi dengan pintu brankas milik Unit Manajer Bank Irmansyah berbunyi.

“Setelah alarm bunyi, kemudian saya menginstruksikan pegawai dan penjaga malam untuk mengecek kantor. Setelah dipantau ternyata pintu masuk masih terkunci,” jelasnya saat memberikan keterangan.
Dia menambahkan, tepat pukul 07.15 WIB, seperti biasanya kantor akan membuka jam operasional dan setelah pintu dibuka oleh salah satu pegawainya bernama Rechi, baru diketahui kantor tersebut telah dimasuki tamu tak diundang.

Hal itu terlihat beberapa server komputer dan berkas berserakan di lantai kantor.
“Mengetahui memang benar Bank dibobol kami langsung menelpon polisi. Dan dilakukan olah TKP,” jelasnya.
Pasca pembobolan bank, agar tidak menggangu operasional kegiatan bagi nasabah, sementara dialihkan ke Bank Danamon di Jalan Garuda.

“Untuk para nasabah yang akan melakukan simpan pinjam kami alihkan sementara sampai benar-benar normal kembali,” terangnya.

Irmansyah menjelaskan, kantor yang memiliki tiga lantai tersebut pada lantai pertama terdapat ruangan Backing Holl untuk nasabah yang berada di depan pintu masuk, dan back office dimana tempat brankas yang dibobol.
Kemudian lantai dua merupakan ruangan divisi simpan pinjam, serta lantai tiga dijadikan tempat sarang burung walet.

“Pencuri masuk dari lantai tiga, karena atap sudah jebol dan pintu terali dari besi juga rusak. Selain itu gembok brankas juga hilang,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Karimun Jaya mengatakan, pihaknya belum menerima laporan atas percobaan pencurian yang dilakukan perampok bersebo. Sebab, pihak Bank masih berkoordinasi dengan atasannya apakah akan melapor kepada pihak kepolisian.

Selain itu, uang dan beberapa sertifikat yang disimpan dalam brankas masih utuh.
Hal itu diketahui setelah pihak Bank memanggil ahli kunci untuk memeriksa brankas. Kendati tidak melapor, tim identifikasi INAFIS telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengecek sidik jari para pelaku.
“Kerugian akibat percobaan pencurian tidak ada, namun para pelaku akan kita buru karena telah melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Karimun didampingi Kanit Pidum Ipda Aston Sinaga.

Dijelaskannya, kronologis kawanan perampok dalam beraksi yaitu naik ke atap ruko melalui bangunan yang berada disampingnya memakai besi bekas tenda. Setelah berhasil memasuki ruangan kantor di lantai tiga, mereka langsung menuju tempat brankas. Polisi juga memperkirakan pelaku percobaan pencurian adalah orang yang paham kondisi Bank.

“Barang bukti yang diamankan berupa besi tenda digunakan sebagai untuk menyebrang, kemudian rekaman CCTV dan gembok pintu brankas yang sudah rusak,” ungkapnya.

 

TEKS         : SRI PRADES
EDITOR     : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *