Lima Desa di Muara EnimTolak OT Malam

MUARAENIM – Lima Desa di Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim, yakni Desa Tanjung Karangan, Desa Tanjung Agung, Desa Muara Emil, Desa Matas dan Desa Paduraksa sepakat tidak akan memberikan izin penyelenggaraan hiburan musik remik Orgen Tunggal (OT) di malam hari.

Alasannya, dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan hiburan musik cenderung remik tersebut antara lain, maraknya peredaran narkoba, pesta miras, kegiatan asusila, dan kejadian kriminalitas lainnya.

Kesepakatan ini disampaikan kelima Kepala Desa (Kades) dengan disaksikan penandatanganan oleh Tripika Tanjung Agung, Camat, Kapolsek, dan Danramil kemarin di Balai Rakyat Tanjung Agung, kemarin (19/12). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Forum Komunikasi Masyarakat Panang Ulung Puluh (FK-MPUP) Kecamatan Tanjung Agung.

Ketua Forum, Ude Indayadi mengatakan, ide pendeklarasian tersebut muncul dari pemerintahan desa, yakni Desa Tanjung Karangan, Desa Tanjung Agung, Desa Muara Emil, Desa Mattas, dan Desa Paduraksa. Para kepala desa menyampaikan kepada forum komunikasi masyarakat panang ulung puluh, sehingga dapat direspon forum untuk segera dilaksanakan deklarasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada unsur tripika, tokoh agama, tokoh masyarakat yang telah hadir dalam kegiatan deklarasi stop hiburan tunggal malam ini. Forum ini didirikan bukan untuk berbenturan dengan program pemerintah namun justru ingin bersinergi,” tutur Ude dalam rapat koordinasi dan konsolidasi terkait kesepakatan tersebut.

Ditegaskan, perubahan masyarakat yang lebih baik itu berasal dari sendiri. Selama ini, musik remik orgen tunggal malam memang dibutuhkan masyarakat. Akan tetapi, menurutnya, ada dampak negatif yang ditimbulkan tanpa disadari masyarakat.

“Deklarasi ini untuk mencegah hal negatif yang disebabkan kegiatan orgen tunggal malam. Seperti miras, asusila, narkoba, dan kriminalitas lainnya,” terangnya.

Mewakili kelima Desa tersebut, Kades Mattas, Mulyadi menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada forum komunikasi masyarakat pandan dulang ulung yang menyatakan sikap menolak adanya pesta malam. Sebagai pemerintah di desa pihaknya sangat mendukung karena ini sangat bersinergi dengan program pemerintah.

“Ini terobosan baru sekaligus menindak lanjuti himbauan Kapolsek Tanjung Agung, untuk membatasi jam hiburan malam. Mudah-mudahan kedepan forum ini dapat menjadi wadah positif dimasyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Agung, AKP Alpian, mengingatkan kepada forum ini agar konsisten pada tujuan untuk mendukung program pemerintah dalam hal menciptakan kantibmas.

Pihaknya mengakui, bahwa hiburan orgen tunggal malam merupakan salah satu penyebab terjadinya ganguan ketertiban dan peredaran narokoba serta peredaran miras.

“Kami selaku bagian dari pemerintah sangat mendukung kegiatan ini. Saya juga tidak melarang warga yang akan menyelenggarakan hiburan tetapi hanya membatasi waktunya,” tutur Alpian yang diamini juga oleh Danramil Tanjung Agung.

 

TEKS      : SISWANTO
EDITOR  : FJ ADJONG




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *