Kredit Rumah Di Palembang Melambung

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG -Tahun depan diprediksi bisnis pembiayaan perumahan di Kota Palembang akan terus tumbuh positif seiring dengan pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Selatan yang diprediksi akan membaik. Hal ini dilihat dengan banyak permintaan rumah pada semester terakhir ini.

Branch Manajer Bank Tabungan Negara (BTN) Palembang, Heveanto Bekti R, saat menghadiri serah terima jabatan Bank Indonesia di Kantor Bank Indonesia Perwakilan IV Palembang. Heveanto mengatakan, kedepan pihaknya sangat optimis dengan banyaknya permintaa terhadap kredit perumahan khsus di Palembang.

“Kita optimistis permintaan tehadap kredit rumah kedepan akan lebih membaik dibandingkan dengan tahun ini. Hal ini juga akan di imbangi dengan perekonomian di Sumsel yang akan terus membaik,” katanya, Jumat (19/12).

Dia menambahkan, kedepan diprediksi untuk tipe rumah yang banyak diminati ialah rumah sederhana, hal tesebut karena selain harga yang terjangkau serta tempat dan lokasi di Palembang cukup strategis.

“Palembang dalam satu tahun ini terus mengalami peningkatan dari segi pertumbuhan ekonominya, hal ini membuat banyak dari masyarakat luar yang akan bermungkin di Kota Metropolitan ini,” ungkapnya.

Tuturnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumsel yang berkisar 5,2 – 5,6 persen merupakan salah satu indikator untuk melihat prospek pembiayaan pada tahun depan. Selain itu, faktor lain yang membuat bank tetap bergairah menyalurkan kredit adalah prediksi harga komoditas perkebunan dan pertambangan yang akan terus membaik pada 2015.

Dari hasil catatan BTN Palembang sejak November 2014 ini telah menyalurkan kredit konsumer sebanyak Rp 368,6 miliar. Adapun prognosa hingga Desember 2014 bisa mencapai hingga Rp 420 miliar.

“Penyaluran rumah tahun ini melebihi target, bahkan untuk akad bulan ini meningkat signifikan dari bulan sebelumnya,” cetusnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumsel telah merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada tahun depan. Perekonomian Sumsel diyakini akan membaik pada 2015 sehingga siap menjalani persaingan pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2015 bisa mencapai 5,2 – 5,6 persen dengan faktor pendorong perbaikan kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan. Bank sentral juga menilai penting bagi Sumsel untuk terus mendorong terjadinya hilirisasi karet, yang merupakan komoditas andalan dengan potensi produksinya yang sangat besar.

 

TEKS      : AMINUDDIN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *