Dolar Naik, Tempe Impor Stabil

Sapari Penjual tempe di Pasar Sekip Ujung. | Yuni KS

Sapari Penjual tempe di Pasar Sekip Ujung. | Yuni KS

PALEMBANG – Sekalipun bahan baku tempe impor seharga Rp 8250. Harga dolar yang sedang naik rupanya tidak memengaruhi kenaikan harga tempe. Hal ini diakui sejumlah penjual tempe di Pasar Tradisional Palembang.

Sapari Penjual tempe di Pasar Sekip Ujung mengakui jika saat ini dirinya tak pernah menaikkan harga tempe. Hanya saja saja dia menyiasati dengan kemasan tempe yang lebih kecil.

“Walau harga jual kedelai naik, harga tempe tidak pernah saya naikan,” katanya.

Usaha keluarga yang ditekuni Sapari ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Meski begitu, ia tidak pernah sepi pengunjug. Bahkan, dalam sehari saja, ia bisa menghabiskan bahan baku kedelai sebanyak 120 kilo kedelai.

“Allhamdullah tempe yang saya jual selalu habis,” ujarnya singkat.

Dirinya beujar, harga tempe bisa saja naik, namun jika di pasar-pasar tertentu yang mungkin juga harga sewa tempat yang mahal, kenaikan bahan baku tidak pernah jadi masalah untuk nya, karena ia sudah mengecilkan kemasannya semenjak sebelum BBM naik.

“Saya sudah mengecilkan kemasan tempe itu sebelum BBM naik, itu saya lakukan sebenarnya supaya pelanggan tidak kaget,” ucapnya.

Lantas, bagaimana dengan konsumen? Jawab Sapari, sejak kenaikan BBM dan bahan baku tempe, omset yang draupnya sedikit menurun. Justru itu, Sapari berharap ke depannya agar bahan baku tempe ini tidak naik lagi.

“Ya, kalau bisa harga kedelai itu tetap Rp 8.000 saja,” pintanya.

 

TEKS      : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *