Terkait Bocah Tewas Tertimpa Bronjong, Mana Tanggungjawab Kontraktor dan Dinas PU?

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Duka keluarga yang ditinggalkan atas meninggalnya Junior (10), bocah SD yang tewas tertimpa proyek bronjong di Desa Keman, Kecamatan Pampangan, OKI masih menyisakan kepedihan mendalam. Anggota DPRD OKI, Arpan Hadi sangat prihatin begitu mendapat kabar meninggalnya bocah malang itu. Apalagi Junior tewas mengenaskan, tertimpa bronjong penahan tebing sepanjang 16 meter jebol di daerah aliran sungai (DAS) di pinggir Jalan Raya Pampangan Desa Keman, Rabu (17/12) lalu.

Ketua Fraksi Partai Gerindra ini berkata, selain disebabkan bencana, peristiwa itu juga tak lepas dari kurang matangnya perencanaan pembangunan proyek tersebut. Juga kurangnya pengawasan yang baik.

“Ya, kalau dibilang bencana pastinya bencana, mungkin ada faktor lain juga seperti kurang matangnya perencanaan,” ungkap Arpan.

Ucap Arpan, dalam hal ini sedikit banyak pihak kontraktor maupun Dinas PU terkait, mesti bertanggungjawab.

“Alangkah baiknya mereka orang dinas terkait datang ke rumah duka untuk meringankan beban mereka yang ditinggalkan, secara halusnya,” ujar Arpan dua kali terpilih wakil rakyat.

“Ya, paling tidak saya pribadi sangat prihatin,” ujarnya lagi.

Berita sebelumnya menyebutkan korban Junior (10), yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Keman ini, saat itu sedang mencari ikan bersama tiga rekannya di pinggir brojong. Tiba-tiba, penahan tebing longsor dan mengeluarkan suara dentuman yang cukup keras, sehingga orang yang berada di depan rumah terperangah dan langsung mendekati lokasi kejadian.

Tiga rekannya Junior berhasil melompat ke sungai, sementara Junior tak bisa bergerak karena baju yang dikenakannya tersangkut di kawat berojong. Korban tertimpa berojong dan turut tenggelam ke dasar sungai. Korban pun sulit dievakuasi saat itu, karena batu kali yang terlepas dari rangkai brojong menimpa korban hingga nyawa korban tak terselamatkan.

Iqbal dan Ika Susanti selaku orangtua dari Junior tak kuasa melihat jasad anaknya yang sudah terbujur kaku. Tak pelak derai air matanya tak terbendung. Pun demikian, kerabat orang tuanya hanya bisa menyabarkan orang tuanya Ika Susanti yang tak mau berpisah dari anaknya yang sudah tertutup kain panjang.

“Sebelum kejadian naas tersebut, keempat anak itu sempat saya tegur agar jangan bermain di pinggiran sungai. Tidak lama kemudian mereka melihat ikan yang berada di sungai muncul ke permukaan karena ikan mabuk, dan mudah diambil pakai tangan,” tutur Edi.

Dia berujar, untuk melakukan evakuasi korban membutuhkan waktu satu jam karena di tubuh korban tertimbun runtuhan batu. Kepergian Junior membuat Ika Susanti, seakan tak percaya kalau anak kesayangannya meninggal. Ika hanya bisa tidur dan memeluk anaknya. Sekali-kali Ika mencium wajah anaknya. Dan memegang tangan dan badannya. Namun, tidak ada reaksi dari Junior yang terbujur kaku. Ika juga memandang suaminya yang tak jauh dari bagian kaki anaknya.

Ika tak banyak bicara, dirinya hanya menangis dan memeluk anaknya. Kerabat Ika berdatangan, ada yang membacakan Surat Yasin dan mengirim doa untuk anaknya. Kawan-kawan sekolah anaknya bersedihan karena, sosok Junior di mata kawan-kawan sekolah, anak yang ramah dan tak banyak ulah.

“Anaknya rajin baik dan tak banyak ulah,” kata rekannya seraya mata memerah yang merasa kehilangan teman bermain dan sekolah.

Diduga jebolnya brojong atau turap itu karena bangunan sudah lama dan kondisi kawat tak mampu lagi menahan tumpukan batu kali yang hanya menempel antara batu ke batu. Selain itu, bisa jadi dipicu intensitas hujan di OKI yang cukup tinggi.

Kepala Desa Keman Arkian mengatakan, kejadian ini seketika dan korban saat itu sedang mencari ikan yang sedang mabuk. Tidak lama kemudian, penahan tebing itu roboh dan menimpa anak-anak yang sedang mencari ikan.

“Orangnya empat orang dan tiga selamat, satu tertimpa batu yang terlepas dari brojong,” ujar Arkian.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




One thought on “Terkait Bocah Tewas Tertimpa Bronjong, Mana Tanggungjawab Kontraktor dan Dinas PU?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *