Selesai Bebaskan Lahan, Masjid Sriwijaya Langsung Dibangun

Maket Masjid Sriwijaya | Ist

Maket Masjid Sriwijaya | Ist

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menargetkan pembebasan lahan untuk pembangunan Masjid Sriwijaya akan diselesaikan pada akhir Desember ini.

“Hal ini dikarenakan untuk pembebasan lahan tinggal sedikit lagi yaitu tinggal 1,5 hektar lahan lagi yang belum dibebaskan,” kata Kepala Biro Pemerintahan Setda Sumsel, Edward Chandra, Kamis (18/12).

Saat ini proses pembebasan lahan yang tinggal 1,5 hektar atau 12 persil tersebut terus berjalan.

“Adapun luas lahan yang diperlukan untuk melakukan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yaitu 15 hektar,” ujar Edward.

Edward mengungkapkan, jikapun nanti pembangunan masjid raya sriwijaya yang berlokasi di kawasan jakabaring sport city akan molor pembangunan, maka dipastikan tidak akan terlalu lama.

“Paling molornya sampai awal tahun 2015 nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumsel, Richard Cahyadi mengatakan, pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang akan dibangun di lahan seluas 15 hektar tersebut masih tetap ditargetkan akan dibangun pada 2015 mendatang.

“Untuk target pembangunannya tidak ada yang berubah yaitu 2015 nanti,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini sendiri Pemprov Sumsel telah menganggarkan dana hingga Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan fisik.

“Selain itu juga akan ada dana dari pihak kabupaten/kota yang masing-masing Rp5 miliar kecuali dua kabupaten yang baru yaitu Pali dan Muratara. Dan juga dibantu oleh Islam Development Bank atau (IDB) dan sumbangan pihak lain yang masih berproses,” ungkap Richard.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan HAM Provinsi Sumsel telah mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya tersebut.

“Raperda ini kita buat untuk landasan atau payung hukum pembangunan masjid raya sriwijaya dengan tujuan untuk memperlancar segala proses pembangunannya,” pungkasnya.

 

Teks : Imam Mahfuz




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *