Romi Herton : Saya Minta Hukuman Seadil-adilnya

Romi Herton Saat Melayat di Kebun Bunga | Dok KS

Romi Herton Saat Melayat di Kebun Bunga | Dok KS

PALEMBANG – Pasangan suami istri (Pasutri) terpidana dugaan kasus suap Pilkada Kota Palembang Tahun 2013 sekaligus Wali Kota Palembang non aktif, Romi Herton dan Istrinya Masyitoh, akhirnya diizinkan untuk melayat adik kandungnya yang meninggal, Kamis (18/12). Mereka berdua meminta agar hukuman bisa seadil-adilnya.

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, Romi Herton dan Masyitoh tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga, sekitar pukul 15.30 WIB dengan menaiki kendaraan jenis Toyota Innova BG 7168 QX dengan di kawal empat buah mobil yang berisikan satuan Brigadir Mobil (Brimob) dari Sumsel dan Jakarta bersenjata lengkap, perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiga orang, Walta satu orang, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dua orang.

Romi yang menggunakan baju batik merah, sepan dasar hitam lengkap dengan peci hitam, sementara Masyitoh menggunakan kemeja ungu dengan motif putih ditengahnya dan sepan dasar hitam. Sambil berjalan, menuju liang pemakaman adiknya, Rudi Irwan, masyarakat dan pejabat yang ada dilingkungan Pemkot Palembang tak henti-hentinya bersalaman dengannya.

“Apa kabar masyarakat Palembang,” katanya, sambil berjalan.

Dengan lugas Romi mengatakan, meski dalam keadaan berduka, ia dan istrinya tetap patuh hukum yang sedang berjalan. Ia berjanji akan melaluinya dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya tidak ingin ada kesedihan, saya ingin ada perbaikan bagi seluruhnya,” cetusnya.

Dirinya mengaku, kabar duka tersebut didapatnya dari pihak keluarga, ketika akan menjalani sidang lanjutan di pengadilan Tipikor Jakarta Selatan (Jaksel).

“Ketika dapat kabar itu, pengacara saya langsung mengurus izin untuk melayat. Tapi, waktunya terbatas, pukul 19.20 WIB sudah berangkat lagi ke Jakarta,”akunya.

Juga Romi berharap semua pihak dapat memberikan kesempatan kepada KPK, jaksa dan hakim untuk melaksanakan proses perkara itu sebaik-baiknya.

“Sebagai warga negara yang baik, saya mendukung penuh sikap KPK yang ingin memberikan efek jera,” katanya.

Ia mengaku, dalam kasus Palembang ini, tidak ada satupun suara yang dicuri. Menurutnya, ketika ia mengajukan permohonan ke MK hanya untuk mengambil haknya.

“Saya tidak mencuri suara. Saya minta hukuman seadil-adilnya. Kalau memang kami ada kesalahan, kami siap mempertanggungjawabkannya,” tegasnya.

Dia memastikan, apabila ia terbukti melanggar hukum, ia akan menjalaninya dengan baik. Ia juga berharap, jajaran Pemkot Palembang dapat berkerja dengan baik.
“Bekerjalah profesional, tunggu saya kembali,” katanya.

Lalu, Romi menambahkan, meskimun raganya tidak ada di Kota Palembang ini, ia tetap memantau perkembangan dan pembangunan di Palembang, terutama kawasan Pulau Kemaro.

“Daerah itu terpencil, itu harus dikembangkan. Saya harap semua pihak untuk mengawasinya. Sehingga bisa tetap berlanjut pembangunannya,” disampaikannya.

 

TEKS      : ALAM TRIE MARSATA
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *