Polres OI Sita Sabu Senilai Rp 84 Juta

INDERALAYA – Sebanyak 33 paket sabu seharga Rp 84 juta disita petugas Polres OI, Unit Narkoba dari seorang kurir narkoba bernama Dadang alias Dang (44), warga Desa Tanjung Sejaro Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Tersangka berhasil dibekuk petugas, usai menggelar pesta sabu di rumahnya, Rabu (17/12), sekitar pukul 19.00 WIB.

Selain sabu, petugas juga mengamankan 8 pirek, 8 bong, empat korek api, 4 ponsel dan sebuah dump truk BG 8015 EA yang juga digunakan tempat penyimpanan barang haram tersebut. Tangkapan tersebut merupakan tangkapan terbesar sepanjang tahun 2014.

Informasi yang didapat, tersangka merupakan target operasi Unit Narkoba Polres OI yang dikenal sangat licin. Beberapa kali diburu, kerap berhasil lolos dari kejaran petugas.

Rupanya, petugas mengendus keberadaan tersangka yang berada di rumahnya dan berdasarkan laporan warga usai melakukan pesta. Tidak perlama-lama, petugas langsung meluncur ke rumah tersangka.

Benar saja, tersangka berada dirumah dan sempat pura-pura sakit perut. Namun, petugas langsung melakukan penggeledahan dan menemukan berbagai peralatan hisap, seperti pirek dan bong serta korek api.

Selain itu petugas yang menggeledah rumah tersebut dan menemukan puluhan paket sabu mulai ukuran senilai Rp 12 juta sampai ratusan ribu di bawah lemari.

Tidak sampai di situ, petugas juga menggeledah dump truk yang biasa digunakan tersangka. Didalam jok tersebut, petugas menemukan beberapa paket sabu. Bersama barang bukti, tersangka digelandang ke Mapolres OI untuk dilakukan penyelidikan.

Kapolres Ogan Ilir AKP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres Narkoba AKP RD Shutanty mengatakan, tangkapan sabu ini merukan hasil terbesar selama tahun 2014.

“Saat digerebek, tersangka pura-pura sakit perut untuk mengalihkan perhatian petugas yang akan menggeledah rumahnya,” ujar kapolres kemarin.

Ia menambahkan, barang jenis narkotika itu diperolehnya dari Palembang melalui agennya Syah di Tanjung Sejaro. Paket sabu tersebut akan dijual dengan paket kecil.

“Tersangka menjadi kurir sabu sangat bertentangan dengan pasal 114 ayat UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 6 – 20 tahun penjara,” tuturnya.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku hanya dititipkan berdasarkan pesanan. “Saya hanya dititipi untuk menjual sabu ini berdasarkan pesanan orang,” ujar tersangka yang berasal dari Daerah Muara Dua Kisam OKU Selatan ini.

Dirinya juga tidak menampik atas perbuatannya menjadi kurir sabu. “Saya menjadi kurir sabu sekitar tahun lalu, karena untungnya lebih besarnya,” ujar tersangka yan g mengakui juga sebagai pecandu berat obat terlarang tersebut.
TTEKS      : JUNAEDI ABDILLAH
EDITOR     : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *