PMII Ancam RS Hermina Lewat DPRD Sumsel

Demo PMII Ancam RS Hermina Melalui DPRD Sumsel. | Dok KS

Demo PMII Ancam RS Hermina Melalui DPRD Sumsel. | Dok KS

PALEMBANG – Puluhan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Palembang menyambangi kantor DPRD Sumsel dan mengancam akan menduduki rumah sakit (RS) Hermina, jika manajemen rumah sakit ingkar janji.

Sebelumnya, pihak rumah sakit telah berjanji akan menangkap pelaku penganiayaan terhadap rekan mereka hingga batas waktu yang dijanjikan. Bahkan PMII Palembang tidak segan-segan akan menduduki rumah sakit jika janji pihak managemen tidak dipenuhi.

“Jika dalam waktu tiga hari tidak direalisasikan, kami akan duduki RS Hermina,” tegas koordinator aksi (Korak) Ferdinan.

Pengunjuk rasa menjelaskan kejadian yang menimpa rekan mereka kepada pihak DPRD Sumsel.

Menurut Ferdinan, penganiayaan terhadap rekan mereka, Apriansyah dan adiknya Iqro Septian oleh office boy (OB) RS Hermina, Herman Cs dilakukan Senin (15/12) malam, tepat di depan pintu masuk RS Hermina.

Saat itu, kedua rekan mereka sedang menjenguk, Sangi Riswanto yang sedang dirawat di sana.

“Awalnya bermula kejadian ketika rekan kami tengah berada di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, staf pegawai rumah sakit Hermina dan keamanan bersifat apatis dan kabur saat rekan kami dianiaya, bahkan rekan kami Iqro terkena luka bacok dan sekarang di rawat di RSMH, sementara Apriansyah saat ini dirawat di RSUD BARI,” terangnya.

PMII juga menyayangkan, pernyataan manajemen RS Hermina yang mengatakan persoalan ini merupakan tanggung jawab pihak ketiga, karena pelaku merupakan tenaga out sourching.

“Kejadian ini menandakan manajemen rumah sakit tidak menjamin keselamatan pasien dan keluarga pasien,” kata dia.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PMII Kota Palembang Heriyansa meminta agar DPRD Sumsel memanggil manajemen RS Hermina secara kelembagaan untuk mempertanggung jawabkan permasalahan ini, dan memproses hukum pelaku penganiayaan secara perseorangan.

“Kami juga meminta sebelum ada kejelasan hukum dan jalan temu, rumah sakit menyetop aktivitasnya karena membahayakan masyarakat, dan jika persoalan ini tidak ditindak lanjuti PMII akan melakukan aksi serentak di setiap kabupaten di Sumsel,” pintanya.

Setelah melakukan orasi dan menjelaskan titik permasalahan, akhirnya pendemo ditanggapi oleh Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban yang berjanji akan menyampaikan aspirasi PMII Kota Palembang kepada pimpinan DPRD Sumsel.

“Saat ini, anggota dewan sedang melakukan kunjungan kerja (Kunker), aspirasi ini akan kami sampaikan setelah pimpinan pulang dari Kunker,” ungkap Ramadhan.

Sementara itu, pihak keamanan Kapolsek IB I, Kompol Dwi Prasetyo mengungkapkan, akan meneruskan persoalan ini ke Polsek Kemuning, karena tempat kejadian perkara berada di wilayah Polsek Kemuning.

“Karena ini masalah hukum, tentunya akan kami tindak lanjuti,” tegas dia.

Diketahui sebelumnya, Humas RS Hermina Palembang eva Minerva menolak bertanggung jawab, karena pelaku bukan merupakan karyawan rumah sakit, melainkan pegawai outsourching dari pihak ketiga.

 

 

TEKS   : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR   : FJ ADJONG

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *